Mahasiswa dan Emak-emak Demo Kemiskinan Aceh

Massa aksi APAM melakukan demo di kantor DPR Aceh bentuk protes terhadap kinerja dewan yang dinilai lemah mengawasi pemerintahan, Rabu (24/2). (amar/rakyat aceh)

BANDA ACEH (RA) – Aliansi Pemuda Aceh menggugat (APAM) yang terdiri dari mahasiswa dan Emak-emak melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPR Aceh, Rabu (24/2).

Aksi dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kinerja DPR Aceh yang dinilai lemah dalam mengawasi kebijakan pemerintah, sehingga menyebabkan Aceh menjadi daerah termiskin di pulau Sumatera.

“Maka dari itu lemahnya fungsi kontrol dijalankan DPR Aceh kepada gubernur selama ini. DPR Aceh hanya sibuk mengurusi pokir saja, sehingga mereka lupa kepentingan rakyat,” ucap Kordinator Aksi Maulida Aryandi.

Menurutnya soal kemiskinan di Aceh bukanlah suatu hal yang mengherankan, dikarenakan pengamat sudah jauh hari mengingatkan mengenai buruknya penanganan covid di Aceh sehingga berimbas pada ekonomi masyarakat luas.

“Meningkatnya angka kemiskinan di Aceh sepenuhnya terjadi karena salah kepemimpinan yang tak mampu mengelola sumber daya untuk mendorong kesejahteraan rakyat, “sebutnya.

Tak hanya itu, massa aksi pun meminta DPR Aceh bersikap terkait kursi wakil Gubernur Aceh yang masih kosong sehingga harus di isi oleh partai pengusung.

Mereka juga meminta DPR Aceh untuk segera melakukan pengawasan ketat terhadap gubernur Aceh atas perolehan Aceh menjadi daerah termiskin di Sumatera.

“Kami juga meminta kepada kopolisian, kejaksaan dan bahkan KPK untuk turun tangan mengusut pengelolaan dana covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPR Aceh Azhar Abdurrahman menilai, kritikan disampaikan massa APAM di depan Gedung DPRA adalah benar terkait kondisi Aceh saat ini. Maka dari itu pihaknya di legislatif akan terus bekerja dan mengawasi terkait kebijakam eksekutif, terutama soal anggaran dalam menekan angka kemiskinan.

“Kami di DPR Aceh akan terus mengawasi, agar anggaran yang besar bisa tepat sasaran dan segera menurunkan angka kemiskinan di Aceh,” sebutnya. (mar)