Dipulangkan Atas Jaminan Mantan Bupati, Perakit Senpi Ditawarkan Beasiswa S2

Rifki Fajar Ramadhan telah kembali kepada keluarga yang pelepasannya berlangsung di Mapolres Aceh Jaya, Rabu kemarin (24/2). (istimewa)

Quote : Bupati Aceh Jaya, Drs H.Teuku Irfan TB
“Dalam pembinaan kembali strata yang lebih tinggi, akan kami fasilitasi untuk melanjutkan Pendidikan baik ke strata yang lebih tinggi untuk mengambil bidang studi S 1, maupun S 2”.

CALANG (RA) – Bupati Aceh Jaya, Drs H.Teuku Irfan TB, menyambut baik pembebasan Rifki Fajar Ramadhan atau RFR (25) yang sempat diamankan dalam kasus perakitan senjata api. Bupati juga bahkan akan memfasilitasinya untuk kuliah dengan beasiswa SI hingga S2.

“Tentu pertama sekali kami mengucapkan Alhamdulillah, tentu dengan berbagai proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian,” kata Bupati Aceh Jaya kepada Rakyat Aceh, Kamis, (25/2).

Namun katanya lagi, dalam proses perakitan senjata tersebut, Rifki tidak pernah menyalahgunakannya. Sementara proses yang telah dilakukan kepolisian juga dianggap telah benar dengan mengamankannya.

“Kami juga sangat mengapresiasi sehingga ini merupakan asset Aceh Jaya, keterampilan RIfki Fajar Ramadhan, tidak semua dapat dimiliki,” katanya.

“Dalam pembinaan kembali strata yang lebih tinggi, akan kami fasilitasi untuk melanjutkan Pendidikan baik ke strata yang lebih tinggi untuk mengambil bidang studi S 1, maupun S 2”.

Apapun keinginannya, sesuai dengan bakat yang dimiliki maka Pemerintah Daerah akan memberikan dukungan. Diakui sebelumnya Pemerintah Daerah tidak mengetahui kasus tersebut telah mencuat di tengah masyarakat.

Sementara Ketua HMI Aceh Besar, Ema Yurlina Sari, mengungkapkan, sangat mendukung keputusan kepolisian yang memberikan restoratif justice kepada RFR atas dasar yang bersangkutan tidak pernah berniat mengancam orang lain atau memisahkan diri dari NKRI.

RFR juga telah meminta maaf dan menyesali perbuatannya tersebut, sehingga sudah tepat kalau dia dikembalikan kepada masyarakat untuk dibina dan diarahkan keilmuannya tersebut ke hal-hal yang positif dan tidak melanggar aturan.

“Dari hasil Investigasi, yang bersangkutan RFR juga tidak pernah terlibat dengan jaringan KKB dan juga tidak pernah menggunakan senjata itu untuk membunuh orang atau kriminal lainnya,” kata Ema

Dijamin Mantan Bupati
Perlu diketahui Rifki Fajar Ramadhan yang sempat diamankan kepolisian kini telah kembali kepada keluarga yang pelepasannya berlangsung di Mapolres Aceh Jaya, Rabu kemarin (24/2).

Kapolres Aceh Jaya AKBP Harlan Amir, melalui Wakapolres Aceh Jaya, Kompol Rizal Antoni, mengungkapkan, RFR diamankan disangkakan dengan Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 Pasal 1 ayat (1) dan (2) dengan ancaman maksimal hukuman 15 tahun kurungan”.

“Maka dalam persoalan ini, saat penemuan senjata rakitan tersebut ditemukan secara terpisah dalam kondisi tidak lengkap secara terpisah,” ujar Wakapolres.

Dari hasil investigasi pihak reskrim bersama intelijen, keterangan dari beberapa saksi, RFR diketahui tidak berafiliasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), maupun meresahkan masyarakat.

“RFR pria sangat suka bereksperimen, dengan hal-hal membuatnya penasaran. Setelah diinvestigasi, dalam merakit senjata tersebut tidak pernah menggunakannya tindakan kriminal,” ujar Kompol Rizal Antoni lagi.

Dalam hal ini pihaknya berharap, RFR dapat dibina dan mendapatkan pembelajaran, jika apa yang sudah pernah dilakukannya merupakan perbuatan melanggar hokum.

“Kami menyerahkan RFR, kepada bapak Azhar Abdurrahman, tokoh Aceh Jaya kini merupakan anggota DPR Aceh, agar kedepan dapat menjembatani RFR kepada Pemda Aceh Jaya, supaya dapat menyumbangkn keilmuannya ke hal-hal positif dan tidak melanggar aturan hukum,” kata Antoni.

Sementara Ketua Banleg DPR Aceh, Ir. Azhar Abdurrahman, mengapresiasi langkah kepolisian dalam menghentikan kasus perakitan senjata api merupakan pemuda berprestasi tersebut.

“Tentu ini merupakan salah satu insiden dalam melakukan perakitan senjata api bentuk melanggar hukum, melihat perkembangan dukungan moral dari berbagai kelompok komponen masyarakat sebagai tokoh masyarakat saya memberanikan diri memberi dukungan moral melalui kasat Intel sehingga dapat dihubungkan dengan Bapak Kapolres,” kata mantan Bupati Aceh Jaya ini. (hen/min)