Jatuh ke Jurang, Sakirin Sabung Nyawa Hingga Luput dari Maut

Harianrakyataceh.com – Tubuhnya lunglai. Alami cidera tulang belakang. Empat hari berada di kedalaman jurang. Beruntung, Sakirin (33), masih selamat.

Pria asal Gampong Benua Raja Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang ini, dilaporkan jatuh ke jurang di Gampong Rantau Panjang Kecamatan Simpang Jernih, kawasan pedalaman Aceh Timur, Minggu (21/2).

Ihwal ini diketahui setelah warga setempat, melaporkan kejadian nahas itu pada petugas Polsek Simpang Kiri, Selasa (23/2).

Sakirin diketahui terjatuh ke jurang saat memancing di sungai Bedari Gampong Rantau Panjang.

Pria ini memang hobi berburu ikan dengan kailnya. Namun malang, saat hendak turun ke sungai, dia terperosok hingga jatuh ke dalam ngarai nan curam.

Kondisi daerah pedalaman yang sulit diakses. Ditambah ruwetnya jaringan telekomunikasi, membuat penyampaian informasi peristiwa ini berlarut.

Lantas, proses evakuasi Sakirin, terbilang dramatis. Tim dari Pos SAR Langsa baru menerima informasi pada Selasa (23/2), setelah petugas BPBD Aceh Timur melaporkannya.

Tim gabungan yang terdiri dari Pos SAR Langsa, Satgas SAR Aceh Timur dan Aceh Tamiang, BPBD Aceh Timur, Polsek dan Koramil Simpang Jernih, langsung bergerak menyisir lokasi jatuhnya korban.

Tim harus menempuh jalur sungai menggunakan perahu bermotor selama tiga jam dari Simpang Jernih menuju lokasi jatuhnya korban.

Lalu, perjalanan darat sekira tujuh jam harus dilakoni tim penolong guna sampai di lokasi jatuhnya korban. Medan terjal, menjadi kendla utama saat evakuasi berlangsung.

“Medannya sulit dijangkau. Korban berada di dasar jurang. Beruntung, titiknya sudah diketahui terlebih dahulu berkat informasi warga,” sebut Kepala Basarnas Aceh, Budiono melalui Koordinator Pos SAR Langsa, Aulia Rahman, Kamis (25/2).

Selama proses evakuasi, korban disuplai makanan dengan cara menjulurkan tali dari atas tebing ke arah bawah jurang.

Setelah perjalanan melelahkan menyusuri dasar jurang, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi korban dalam keadaan selamat.

Sakirin ditandu menggunakan kain sarung yang diikat pada sebuah batang kayu, kemudian dipukul. Cara ini paling efektif menginggat sulitnya kondisi jalan.

Baru pada Kamis (25/2) dini hari, tim gabungan berhasil membawa Sakirin ke kawasan Gampong Rantau Panjang yang seterusnya dilarikan ke Puskesmas Simpang Jernih.

“Alhamdulillah, korban selamat. Meski alami cidera tulang punggung. Rencananya akan dirujuk ke RSUD Langsa,” kata Danramil Simpang Jernih, Kapten Inf Mashudi. (put)