Kisah Abdullah Tinggal di Kandang Sapi, Syeh Fadhil Siap Dayahkan Anaknya

PRIA itu tersenyum cerah. Rambutnya memutih hingga ke jenggot. Kulitnya hitam berurat. Ia adalah Abdullah.

Pria ini menyambut kedatangan kami di ‘rumahnya’ daerah bantaran kali Lamnyong, Desa Lamreung, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar.

Rumah Abdullah berdempetan dengan kandang sapi. Sapi tersebut adalah milik warga yang dipelihara olehnya.

Sedangkan rumah luasnya pun hanya sekitar 3 X 3 meter. Di sinilah Abdullah dan keluarga tinggal selama hampir 8 tahun lamanya. Ia bersama istri dan dua anaknya bertahan dari hari demi hari di gubuk tersebut.

Anaknya, satu berumur 8 tahun, satu lagi berumur 3 tahun. Keduanya perempuan. Bau kotoran sapi bukan lagi kendala berarti bagi Abdullah dan keluarga.

“Awalnya, rumah kami di sana. Tapi kemudian dibongkar saat pembersihan bantaran kali Lamnyong, beberapa waktu lalu. Kemudian kami pindah ke kios orang untuk numpang. Semalam (Jumat malam-red) baru pindah ke sini lagi,” ujar Khairul Nisa, istri Abdullah, yang kelahiran 1982. Abdullah sendiri merupakan pria kelahiran 1962.

Sebelumnya, Abdullah menetap di Bireuen. Ia sudah banyak melalang buana ke berbagai daerah hingga ke Jawa.

Demikian juga profesi dilakoninya, dari sopir mobil sayur hingga pekerjaan serabutan lainnya.

Saat wartawan berkunjung, ada tim dari Senator DPD RI HM Fadhil Rahmi Lc atau akrab disapa Syech Fadhil di lokasi.

Syech Fadhil memerintahkan tim untuk memberikan bantuan tanggap darurat kepada keluarga Abdullah.

“Saya mewakili Syech Fadhil untuk menyerahkan bantuan tanggap darurat, juga kalo berkenan anak yg sulung akan kita sekolahkan di dayah jika sudah cukup umur, ” ujar Syukran Ahmad mewakili Syech Fadhil.

Selain itu di lokasi juga ada Kadis Catatan Sipil Aceh dan para staf catatan sipil Aceh Besar. Ada juga petugas Dinsos dari Aceh Besar dan para petugas lainnya.

Ternyata, Abdullah dan keluarga belum memiliki KTP selama pindah ke Lamreung. Hal ini pula yang membuatnya luput dari bantuan pemerintah. “Hari ini kita bantu KTP dan KK. Sedangkan untuk nikah belum tercatat,” kata Kadis.

Petugas dari Dinsos Aceh Besar juga akan membantu Abdullah untuk mengurusi surat akta pernikahannya. Selama ini, Abdullah memang tak memiliki sedikitpun surat pengenal.

Ini juga disesali oleh Abdullah sendiri. “Mau urus bantuan rumah, tak ada tanah. Jadi ya saya jalani saja,” katanya.

Abdullah juga berterimakasih kepada semua pihak yang datang membantu dirinya pada hari ini. “Terimakasih juga kepada Syech Fadil,” kata Khairul Nisa, istri Abdullah di akhir pertemuan. (ra)