Nagan Raya Karhutla Seluas 5 Hektare

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gampong Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya mencapai lima hectare, sejak Minggu (28/2). For rakyat aceh.

SUKA MAKMUE (RA) – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gampong Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya mencapai lima hectare, sejak Minggu (28/2).

Kapolres Nagan Raya AKBP Risno,SIK mengatakan, pihaknya sudah turun langsung ke lapangan melakukan pemadaman titik api di Karhutla tersebut.

Kapolres menyampaikan, lokasi titik api yang terdapat di Suak Puntong merupakan lahan yang diduga milik Lazuardi Kepala Direksi PT Bank Aceh.

“Lahan yang sudah terbakar diperkirakan seluas 5 Hektar, lahan tersebut sekitar 400 Meter termasuk dalam wilayah Nagan Raya, sedangkan sisanya masuk ke dalam wilayah Kabupaten Aceh Barat,” ujarnya.

Karhutla itu tergolong lahan gambut kosong yang terletak tepatnya di belakang proyek pembangunan PLTU 3-4 Nagan Raya.

“Untuk Jarak tempuh ketitik api tersebut diperkirakan 5 Km. Sulitnya akses jalan masuk menuju ke titik lokasi lahan terbakar menghambat petugas untuk melakukan pemadaman api,” jelasnya.

Sedangkan jarak sumber air ke pusat titik api sekitar 2 Km, sementara panjang selang mesin Robin 240 Meter, sehingga upaya pemadaman belum maksimal.

“Minim nya alat mesin pompa air yang di miliki, sehingga tidak efektif pada saat melakukan pemadaman,” kata AKBP Risno.

Sementara itu, BPBD Nagan Raya melaporkan, Karhutla itu sudah terjadi sejak Sabtu (27/2). Namun api belum berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Pusdalops BPBD Nagan Raya Agus Salim, mengatakan, kronologi Karhutla itu berdasarkan informasi diterima pihaknya pada pukul 09.00 Wib Sabtu (27/2), bahwa telah terjadi kebakaran lahan milik masyarakat Gampong Suak Puntong.

“Kebakaran itu berlokasi di lahan gambut, upaya BPBD Nagan Raya bersama TNI/Polri dan masyarakat setempat melakukan pemadaman dengan mengunakan satu unit mobil pemadam kebakaran dan empat unit mesin pompa air,” kata Agus
Menurutnya, penyebab kebakaran belum diketahui yang saat ini masih dalam proses penyelidikan polisi setempat.

“Yang terbakar sekitar 6 hektar, dalam melakukan pemadaman terkendala, akses jalan yang tidak bisa dilalui Mobil pemadam dan sulitnya sumber air dan terbatasnya selang air, dengan kondisi akhir, api belum dapat dipadamkan,” kata Agus.(ibr/rus).