Pemukulan Mantan Panglima GAM Berujung ke Polisi

Pengurus Yayasan Almuslim Peusangan (YAP) menggelar Konferensi Pers di Warkop Berkah, Paya Meuneng, Peusangan, Jumat (26/2) sore. AKHYAR RIZKI RAKYAT

BIREUEN (RA) – Pemukulan kepada Sufri Daud Alias Boing, mantan Panglima Daerah Gerakan Aceh Merdeka (Pangda III GAM) wilayah Batee Iliek, Kabupaten Bireuen, berujung pelaporan ke Polres Bireuen.

Aksi pemukulan beberapa pria asal Peusangan, diduga dilakukan beberapa oknum pengurus Yayasan Almuslim Peusangan (YAP), terjadi di Ocean Coffee Matangglumpang Dua, Kamis (25/2) lalu.

Pemukulan dialami Boing terjadi pasca Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Muktar, S.Sos alias “Ceulangiek” menyebut nama Boing di dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Peusangan.

Pada konferensi pers di YF Coffe Kamis (26/2) malam Boing menjelaskan, pemukulan berawal dia menelpon Ceulagiek meminta bertemu guna membicarakan perihal penyebutan namanya tatkala berlangsung Musrembang Kecamatan Peusangan di Aula Kantor Camat setempat.

“Rencana saya ingin menjumpai Ceulangiek untuk berbicara dan mencari penyelesaian secara kekeluargaan. Karena ia menyebut nama saya di Musrembang Peusangan tadi. Setiba saya di Coffee Ocean, baru sesaat duduk langsung datang sekelompok pria tanpa basa basi memukuli dengan cara mengeroyok saya,” sebut Boing.

Peristiwa itu mengakibatkan Pelipis, Pipi, Bibir, Kepala bagian belakang Boing lebam dan sakit akibat sejumlah bogem mentah yang diterimanya. Tidak terima dirinya dipukul, ia mempermasalahkan kejadian ini hingga berujung ke pihak berwajib. Ada 14 orang yang disebutkan namanya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang ditujukan ke Polres Bireuen.

Pasca Insiden itu, Boing membuat laporkan (Pengaduan) Kepada Kepolisian Resort Bireuen dengan surat tanda terima laporan Polisi Nomor STTLP/24/II/YAN.2.5/2021/SPKT RES BIREUEN yang tertulis Sufri Daud, warga Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen sebagai pelapor dan terlapor berinisial I, Cs tentang peristiwa pidana UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP Pasal 170.

Pengurus YAP Bantah Keterlibatan
Penyebutan keterlibatan Yayasan Almuslim Peusangan (YAP) dibantah keras beberapa pengurus saat menggelar Konferensi Pers di Warkop Berkah, Paya Meuneng, Peusangan, Jumat (26/2) sore.

Ketua Yayasan Almuslim, Tgk Munawar Yusuf secara tegas mengatakan, pemukulan tersebut tidak ada kaitannya dengan kisruh Yayasan Almuslim Peusangan.
Disebutkan, Boing tidak pantas membuat kegaduhan kepada para Keuchik di Peusangan, ini sudah kelewatan batas dan perlu mereka pertanyakan apa tujuannya.

“Saya menduga, ada orang di belakang Boing yang memfasilitasinya. Siapa dalang di belakang layar dalam membuat kegaduhan ini? Jika memang mereka menganggap Organ pengurus Yayasan terpilih tidak ada legalitas hukum, silahkan bawa ke pengadilan. Biar pihak terkait yang akan menyelesaikannya,” tegas Ketua Yayasan.

Sementara itu, Ketua DPRK Bireuen mengakui menyebutkan nama Boing dalam acara Musrenbang Kecamatan Peusangan. Namun penyebutan tersebut karena laporan dari Keuchik yang menganggap Boing membuat kegaduhan.

“Saya selaku Ketua DPRK Bireuen, harus mendengarkan aspirasi dari para keuchik. Berhubung kelakuan Boing sudah membuat kegaduhan, saya harus memaparkan kepada seluruh Keuchik yang berhadir. Saya seperti tidak percaya kelakuan Boing terhadap kami, dan tidak pernah menginginkan kejadian seperti ini terjadi. Apalagi saya sudah menganggap Boing sebagai saudara sendiri,” sebutnya dengan raut wajah sedih. (akh/min)