Bunda PAUD Aceh Akhiri Kunjungan Kerja di Pulo Aceh

Harianrakyataceh.com – Bunda PAUD Aceh, Dyah Erti Idawati melakukan kunjungan kerja ke Pulau Nasi kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Senin hingga Selasa 1-2 Maret 2021. 

Dalam kunjungan itu, Dyah melakukan beragam kegiatan, mulai dari sosialisasi pencegahan stunting bagi siswa Pendidikan Abeh Usia Dini (PAUD) Al ‘Ala, Gampong Rabo, mensosialisasikan bahaya covid-19 dan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat.

Di Sekolah PAUD, Dyah mengampanyekan makan ikan, sayuran dan buah-buahan untuk pencegahan stunting.

“Harus suka makan ikan ya anak-anak. Anak Pulo nasi ini harusnya Hebat-hebat dan cerdas-cerdas, karena di sini ikan semua. Pastinya tidak ada stunting di sini,” kata Dyah Erti Idawati.

Di masa pandemi, kata Dyah, anak-anak usia sekolah harus senantiasa menjaga diri agar selalu sehat. Beberapa hal yang harus harus selalu dilakukan adalah rutin melakukan 3 M, akronim dari memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Kepada para guru pengajar di PAUD, agar selalu mengingatkan murid-muridnya untuk rutin menerapkan perilaku 3 M dalam setiap aktifitas pendidikan.

Sementara itu, kepada para wali murid, Dyah meminta agar selalu mencukupi kebutuhan gizi anak, sehingga tumbuh kembang mereka menjadi lebih baik. Apalagi di usia PAUD, pertumbuhan otak mereka sangat tinggi. Karenanya dukungan orang tua sangat penting.

Anak usia dini, kata Dyah harus rutin mengonsumsi nasi, ikan, sayur dan buah. Dengan demikian, anak-anak tersebut terbebas dari stunting.

Dalam kunjungan itu, Dyah ikut membawa buah tangan berupa buku tulis dan buku gambar yang dibagikan kepada semua siswa PAUD.

Selanjutnya, Dyah yang juga Wakil Ketua Satgas covid-19 Aceh, menyosialisasikan protokol kesehatan Covid-19 di SMA Negeri 1 Pulo Aceh di Desa Alue Riyeung.

Dyah mengatakan perlu dukungan semua pihak khususnya anak muda untuk mengatasi penyebaran covid-19 di Aceh.

“Kalian harus jadi duta penyebaran informasi covid. Butuh kontribusi dari kita semua agar kita bisa memutus mata rantai covid agar kita bisa segera beraktivitas kembali dengan normal,” kata Dyah.

Dengan dukungan bersama khususnya pelajar sekolah, Dyah berharap mata rantai covid-19 bisa terputus. Dengan demikian, semua aktifitas seperti belajar tatap muka kembali berjalan normal.

Dyah menyebutkan beberapa hal yang perlu diteruskan kepada keluarga di rumah adalah disiplin menerapkan 3 M atau memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Hal itu menjadi salah satu cara agar tidak terpapar covid-19.

“Peran anak muda sangat penting. Sampaikan 3 M ini ke keluarga di rumah,” ujar Dyah.

Saat ini tahapan yang tengah dilakukan pemerintah adalah penyuntikan vaksin. Di mana, setelah semua masyarakat disuntik, diharapkan bisa menjaga imunitas tubuh dan terbebas dari paparan virus covid-19.

Di Aceh, vaksinasi dilakukan pertama sekali oleh gubernur pada Februari lalu dan diikuti seluruh jajaran Forkopimda Aceh. Saat waktunya tiba, anak-anak sekolah juga akan diberikan vaksin. Dyah berharap kontribusi para pelajar itu, karena potensi terpapar dan menyebarkan virus bisa terhindar.

Kepala SMA 1 Pulo Aceh, Anwar, berharap pemerintah Aceh memberikan perhatian serius bagi pelajar di Pulo Aceh. Salah satu yang sangat diharapkan masyarakat di Pulo, adalah ketersediaan beasiswa, agar para anak-anak yang lulus jenjang SMA bisa melanjutkan perkuliahan. Selama ini, akses melanjutkan perguruan tinggi sangat kecil.

“Dengan adanya beasiswa, kesempatan mereka kuliah menjadi lebih besar. Mohon dukungan untuk pelajar di sini ya buk,” kata Anwar.

Ketua Tim Penggerak PKK Aceh itu juga menyampaikan bantuan Pemerintah Aceh dalam Bakti Sosial (baksos) di beberapa desa di Pulau Nasi Kecamatan Pulo Aceh.

Kegiatan tersebut dilakukan atas kerja sama lintas SKPA Pemerintah Aceh. Di mana, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh ikut serta dalam Baksos tersebut.

Di beberapa titik lokasi kegiatan, Dyah secara simbolis menyerahkan bantuan kepada anak yatim, para lansia dan wanita rawan sosial ekonomi. Dyah juga menyerahkan bibit pisang unggul kepada warga dan memimpin secara langsung seremonial penanamannya.

“Mohon untuk tidak melihat jumlahnya, tapi ini adalah tanda sayang saya. Semoga silaturahmi ini bisa terjalin dengan baik,” kata Dyah.

Dyah menyempatkan diri berkeliling mengitari Pulau Nasi. Dirinya mengakui keindahan pulau yang bersisian dengan Sabang. Bahkan menurut Dyah, Pulo Aceh lebih bagus lagi.

“Air laut di sini bening sekali. Ini potensi yang sangat luar biasa. Alam yang masih sangat bagus untuk dikembangkan sebagai tempat pariwisata,” kata Dyah.

Selain itu, pantai-pantai dan kawasan perumahan warga juga sangat bersih. Hal positif tersebut diharapkan terus dijaga sehingga saat wisatawan berkunjung mereka bisa punya kesan baik terhadap Pulo Aceh.

“Hal positif ini harus dijaga terus. Yang kurang itu kita bisa upayakan lebih baik lagi,” kata Dyah. [Ra]