Hasil Pendapatan Zakat Baitul Mal Simeulue Lampaui Target

Raswiadi, MA, Kepala Baitul Mal Kabupaten Simeulue

SIMEULUE (RA) – Zakat yang dititip masyarakat Kabupaten Simeulue ke Baitul Mal setempat tahun 2020 lalu, lampaui target hingga mencapai Rp6.336.542.956.

Sebelumnya Baitul Mal Kabupaten Simeulue, tahun 2020 hanya targetkan pendapatan zakat Rp5,2 miliar, dan untuk target tahun 2021 ini juga pasang target pendapatan zakat masih sama dengan tahun 2020 lalu.

Terkait capaian lampaui target pendapatan zakat masyarakat dari berbagai kalangan profesi tersebut, dijelaskan Raswiadi, MA, Kepala Baitul Mal Kabupaten Simeulue, kepada Harian Rakyat Aceh, Senin (1/3).

“Alhamdulillah, Rp 6.336.542.956. pendapatan zakal masyarakat Simeulue yang dititip di Baitul Mall tahun 2020 lalu, melebih target awal senilai Rp 5,2 miliar dan untuk target tahun 2021 ini masih sama dengan target tahun 2020 lalu,” katanya.

Masih menurut Kepala Baitul Mall Kabupaten Simeulue, penggunaan hasil pendapatan zakat tersebut, 50 persen diperuntukan untuk pemenuhan kebutuhan sandang pangan warga Fakir Miskin yang tersebar di 10 Kecamatan dalam wilayah kepulauan Simeulue.

Sedangkan sisa 50 persen lagi dari hasil pandapatan zakat masyarakat yang dititip di Baitul Mall tersebut, untuk kebutuhan lainnya yang diserahkan kepada warga yang membutuhkan uluran tangan, termasuk muallaf dan pembangunan rumah warga kurang mampu.

Dari hasil pendataan zakat itu, pihak Baitul Mall yang biasanya membeli beras sebanyak 2.580 goni isi 15 kilogram dari hasil pertanian milik petani setempat program Humasa Sebel – Khumaha Heba tahun 2020 lalu, yang diserahkan kepada ribuan orang fakir miskin setempat.

“Dari hasil pendapatan zakat itu, telah kita programkan akan membeli beras sebanyak 2.580 goni isi 15 kilogram dari hasil pertanian para petani kita dari program humasa sebel -khumaha heba tahun 2020 lalu. Setidaknya ini telah membantu saudara kita petani,” imbuhnya.

Ribuan goni beras yang bakal ditampung pihak Baitul Mal Kabupaten Simeulue itu, mendapat reaksi dari Bupati Erli Hasyim, disebabkan banyak keluhan dari petani setempat, bahwa padi hasil pertaniannya belum sepenuhnya tertampung.

“Ini sangat kita dukung dan sangat baik, sebab hasil pertanian program humasa sebel atau khumaha heba tahun lalu, masih banyak yang belum tertampung. Kalau kita estimasikan dengan pembelian beras sebanyak 2.580 goni beras itu, ada sekitar Rp300 juta,” kata Erli Hasyim kepada Harian Rakyat Aceh, Senin (1/3). (ahi/rus).