Ledakan Diduga Bom Gegerkan Lhong Raya

Petugas melakukan olah TKP ledakan diduga bom di Jalan Teungku Di Lhoong II, Gampong Lhong Raya, Kecamatan Bandara Raya kota Banda Aceh, Senin (1/3). (amar/rakyat aceh)

Quote : Kapolresta Banda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto
“Tidak ada tabung gas atau bahan mudah meledak lainnya. Namun Kita menemukan serpihan, tapi belum mengetahui jenisnya”

BANDA ACEH (RA) – Seorang wanita mengalami luka di kaki karena serpihan kaca akibat sebuah ledakan diduga bom di Jalan Teungku Di Lhoong II, Gampong Lhong Raya, Kecamatan Bandara Raya kota Banda Aceh, Senin (1/3).

Korban diketahui bernama Halimatun (55), yang tinggal bersama seorang anak dan satu cucunya.

Kapolresta Banda Aceh menjelaskan, mendapat informasi adanya ledakan, tim Jibom dari Brimob Polda Aceh langsung menelusuri penyebab ledakan.

“Tidak ada tabung gas atau bahan mudah meledak lainnya. Namun Kita menemukan serpihan, tapi belum mengetahui jenisnya. Kita masih lakukan penyelidikan dan nanti dari tim Labfor akan mengembangkan jenis apa barang ini,” sebut Kapolres.

Kombes Joko Krisdiyanto juga menyebutkan, berdasarkan keterangan beberapa saksi di lokasi, ledakan terjadi sekitar pukul 10.15 WIB. Sementara ada satu warga yang kakinya terluka.

“Kalau kita lihat kerusakannya itu adalah tempat usaha seorang ibu rumah tangga. Namun kebetulan tidak digunakan. Sementara untuk kronologi kejadian masih terus di dalami. Dari hasil TKP ada beberapa serpihan seperti logam, hasil sedang terus di dalami. apakah itu bom belum kita ketahui. Ledakannya sekali, “sebutnya.

Loen Hana Curiga
Sementara itu, Halimatun menceritakan, saat ledakan dia sedang berdua dengan cucunya di dekat pintu. “Jadi loen duek dengan cuco dan na su bom. maka lon nging tabung dilikot.

pas lon nging di keu habis roboh. dan gaki lon pih kameudarah (Jadi saya duduk di pintu bersama cucu saya satu orang. Sedang saya duduk, bom meledak. Jadi saya tidak tahu maka saya lihat tabung di belakang apa kah tabung atau TV. Saya lihat kedepan habis roboh. Saya lihat kaki sudah berdarah karena kaca),” jelasnya.

Halimatun menuturkan, sebelumnya ia tidak pernah curiga kepada siapun dan pasrah atas kajadian tersebut yang telah melukainya, “Loen hana curiga. Lon bersyukur masih dilindungi Allah SWT,” sebutnya.

Atas kejadian tersebut, Halimatun mengaku telinganya menjadi sulit mendengar dan kakinya pun masih sakit dan sulit untuk berjalan.

“Kaleuh dibawa u rumoh saket buno, cuma nyoe manteng saket dan sulit wate meujak mungkin kena urat (sudah dibawa rumah sakit tadi, tapi masih sulit berjalan mungkin kena di urat juga ),” sebutnya. (mar/min)