Dua Janda Terlibat Pembunuhan Jadi Tersangka

Kasus Mayat di Jurang Tembolon

Salah seorang tersangka, FT, saat diperiksa penyidik Polres Bener Meriah, Selasa (2/3). MASHURI | RAKYAT ACEH

REDELONG (RA) – Polisi menetapkan dua perempuan berstatus janda sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Hanafiah (47) warga Kabupaten Aceh Utara Hanafiah ditemukan tewas di jurang di Kampung Tembolon Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah pada 11 Februari 2021 lalu.

Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya S.I.K kepada Rakyat Aceh Selasa (2/3) menyampaikan, hingga saat ini sudah mengamankan empat tersangka pembunuhan, terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan.

Adapun ke empat tersangka yakni, Jm (49) warga Kabupaten Bener Meriah dan AB (40) warga Kota Langsa serta dua perempuan NS (40) warga Kecamatan Birem Bayem Kabupaten Aceh Timur dan FT (28) yang merupakan warga Kecamatan Peudawa Kabupaten Aceh Timur.

Disebutkanya dari keterangan dua tersangka yang diamankan sebelumnya kedua perempuan tersebut juga ikut terlibat dan menikmati hasil rampas berupa uang korban sejumlah Rp 1,2 juta dan sisa dagangan berupa pinang yang sudah dijual kedua tersangka.

Penghubung dan Penjual Harta Korban
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bener Meriah Iptu Rifki Muslim menambahkan kedua tersangka ikut berembuk untuk merencanakan menguasai uang dan harta korban.

“Awalnya mereka memang tidak ada niat melakukan pembunuhan namun rencananya tidak sesuai karena korban datang lebih awal, tersangka JM da Ab langsung menghadang dan membunuhnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan sesuai rencana awal mereka, NF salah seorang tersangka menghubungi korban melalui telepon, memancing agar datang ke TKP. ”Mereka berupaya gimana caranya agar korban datang ke gubuk yang menjadi TKP pembunuhan,” ujarnya.

Sementara itu seorang perempuan lainya FT, katanya berperan menjual barang dagangan korban berupa pinang yang diperkirakan berjumlah Rp 2 juta rupiah.

“Awalnya mereka hanya ingin mengambil uang korban namun setelah dibagi rata hasilnya sedikit mereka kembali menjual barang dagangannya,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang tersangka FT saat diperiksa tim penyidik mengakui tidak melihat peristiwa pembunuhan tersebut dan hanya melihat tersangka JM dan FT membakar plastik yang berlumuran darah di gubuk tersebut. (uri/min)