Mantan Anggota DPRK Pidie Jaya Nekat Jadi Kurir Sabu

Ketiga pelaku berikut barang bukti yang diamankan BNNP Sumsel. FOTO SUMATERA EKSPRES

Harianrakyataceh.com – Seorang mantan anggota DPRK Pidie Jaya berinisial Saf (39) ditangkap oleh petugas BNNP Sumatera Selatan karena membawa narkotika jenis sabu seberat 5 kilogram.

SFB ditangkap saat melintas dengan mobilnya Daihatsu Ayla bernopol BM 1735 AV di Jalan Palembang Betung Km 68 pada Senin (1/3) sekitar pukul 12.00 WIB.

Dari dalam mobil, petugas menemukan barang bukti sabu seberat 5 kg yang disimpan di dalam dashboard mobil. Dari hasil pengembangan di lapangan, turut ditangkap dua pelaku lainnya, Lekat (27) yang akan menerima paket sabu pesanan dari Suhaimi (56) warga Talang Ubi Kabupaten Pali. Yang mana ketiga pelaku ini, merupakan jaringan peredaran narkoba lintas provinsi.

” Awalnya pada hari Minggu (28/2) kita mendapatkan informasi terkait adanya transaksi narkoba dalam jumlah cukup besar dari Aceh ke Sumsel. Karena itu, kita langsung melakukan penyelidikan dan pengintaian mobil yang dicurigai akan membawa sabu-sabu di maksud. Hingga akhirnya melintas mobil milik pelaku Saiful Bahri di persimpangan tiga Taman Betung. Karena curiga, lalu petugas mengikuti mobil Daihatsu Ayla hingga SPBU yang ada di Jl Lintas Palembang-Betung,” ujar Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Arief Ramdhani di sela-sela rilis kasus dan pemusnahan 3 Kg sabu di halaman kantor BNNP Sumsel, Rabu (3/3).

Setelah menangkap pelaku tadi, kata Arief, petugas lakukan pengembangan hingga menangkap Lekat di tempat berbeda. Dimana peran lekat sendiri, kata Arief, sebagai pihak yang terima paket sabu dari Saiful Bahri. Baru usai itu, sabu ini akan dikirimkan kembali ke Suhaimi di Talang Ubi Kabupaten Pali tersebut. Yang mana, Suhaimi ini merupakan pemesan dari 5 kg sabu. Suhaimi sendiri ditangkap di rumahnya di Perumahan Al-Mustofa Pendopo Talang Ubi, Pali.

” Barang bukti 5 kg sabu yang saat ini sudah diamankan petugas disimpan di dalam dashboard mobil. Untuk dapat mengelabui petugas, sabu-sabu tadi dibungkus memakai kertas kado dan dituliskan ucapan. Dimana hal ini dia (pelaku,red) lakukan, karena terbelit hutang saat menjabat anggota DPRD Aceh. Yang mana, upahnya Rp 20 juta perkilogram ini, setelah dibayar maka akan dipakai untuk melunasi hutang oleh Saiful Bahri,” ulasnya.

Selain mengamankan ketiga tersangka ini, petugas BNNP Sumsel juga turut mengamankan mobil Daihatsu Agya warna merah nopol BM 1735 AV,  mobil Toyota Fortuner Warna Hitam Nopol BG 180 PA,  Sepeda Motor Honda Best Warna Putih, dan enam unit ponsel dari ketiga tersangka. Dari perbuatan ketiga pelaku tadi, dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 UU No 35 tahun 1999 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana paling lama 20 tahun.

” Kita masih terus mengembangkan kasus ini, tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain yang ikut terlibat dari bisnis haram ini. Oleh karena itu, kita terus memantau dan memeriksa tiga pelaku ini secara intensif.  Kita harap, masyarakat dapat terus memberikan informasi terkait dugaan aktifitas dari peredaran narkoba di tempat tinggal atau lingkungan sekitar. Sehingga dari sini, akan mampu menekan angka dari peredaran narkoba di Sumsel,” ulasnya diamini Kabid Pemberantasan BNNP Sumsel, Kombes Pol Habi Kusno.

Sementara itu, salah satu pelaku, yang juga mantan anggota dewan Pidie Jaya Saf mengungkapkan, dirinya menjadi nekat mengantarkan paket ini karena upahnya yang lumayan besar. Terlebih lagi, saat dirinya menjabat anggota DPRK Pidie Jaya, punya hutang cukup besar dan belum punya uang untuk bayar. Jadi ketika ada orang yang menawari untuk mengantarkan paket sabu ini ke Sumsel, langsung diterima dan uang dari upah mengantarkan paket sabu ini akan dipakai bayar hutang.

” Saya punya hutang lumayan besar di saat jabat anggota DPRK Pidie Jaya. Lantas ada peluang ini dan upahnya Rp 20 juta perkilogram, saya langsung terima dan dapat melunasi hutang. Namun belum sempat terima upah, terlebih dulu ditangkap petugas. Saya saat ini cuma bisa pasrah saja,” tandasnya.

SUMBER : SUMATERA EKSPRES