Pesepakbola PON Aceh, Muzakir, Sayap Bertuah dari Pasee

Pemain PON Aceh, Muzakir.

Harianrakyataceh.com – Pas! Satu kata yang tepat menggambarkan pesepakbola Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh, Muzakir. Jika diperhatikan seksama, dan merujuk pada statistik yang ada, sayap berkecepatan tinggi asal Aceh Utara itu, hampir tak pernah tampil buruk, tapi juga tak pernah bombastis manakala tampil maksimal. Ia selalu bermain sesuai kapasitas yang dimiliki.

Namanya memang tak setenar beberapa pemain PON Aceh lainnya. Hal tersebut bisa dimaklumi, sebab pemain dengan sapaan akrab Syakir itu, terkenal hemat bicara dan kalem di media sosial. Terlebih, pengalamannya bermain dengan tim kenamaan, baru di PSLS Lhokseumawe, Liga 3 musim 2019. Syakir tak pernah menyangka takdirnya bisa masuk tim PON Aceh.

“Gak nyangka sampai di fase ini. Dulu, saat hendak ke Porwil, disuruh seleksi, yasudah saya pergi ke Banda Aceh, ikut. Terus seperti biasa, bismillah, bersaing. Alhamdulillah-nya rezeki,” tuturnya kepada Harian Rakyat Aceh, Selasa (2/3).

Selama Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda), Syakir senantiasa tampil baik. Jauh sebelum Fakhri Husaini menanggani tim, ia adalah salah satu pemain dengan progres paling ciamik, demikian penuturan tim pelatih. Meski pendiam, Syakir punya motivasi lebih, ingin membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap.

Salah satu modal besar pesepakbola asal Gampong (Desa) Keude Klep itu, disampaikan oleh rekan timnya yang lain, Syakir pola hidupnya amat bagus, tidur tepat waktu, disiplin menjaga kondisi, ditambah kewajiban lima waktu tak pernah tinggal. Saat tidak latihan, ia berdiam diri di kamar penginapan. Mengisi waktu luang dengan game.

“Misal lagi gak ada latihan, ataupun libur, lebih sering di kamar (mess). Istirahat. Kalau mengisi waktu, paling main PES di hp,” bebernya.

Di luar sepak bola, Syakir punya pengalaman bekerja sebagai penjaga toko (kedai) kelontong. Gajinya pernah perbulan Rp600.000. Hal tersebut dilakukan untuk mengisi waktu di luar jam latihan bola. Toko kelontong tersebut berada di Bayu, ibukota Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Katanya, pemasukan tersebut, ia syukuri sebagai bentuk rezeki dari-Nya.

“Gajinya gak seberapa, tapi ya cukup lah, yang penting bersyukur. Hitung-hitung bisa mandiri, meringankan orang tua. Ayah bekerja di tambak,” ungkapnya.

Tapi, pekerjaan tersebut telah ia tinggalkan semenjak bergabung dengan tim sepak bola Aceh, sejak berjuang di Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) hingga kini persiapan PON. Dalam pikiran Syakir sekarang hanya satu, fokus. Selebihnya kerja keras dan bertawakal. Jika pada akhirnya menjelang keberangkatan tiba-tiba keputusan pelatih dicoret, ia maklum dan berbesar hati. Namun, bila tetap dalam tim, ia berjanji akan mengerahkan segenap kemapuan yang ada.

“Semua ini tak terduga. Berharap pasti ada, manusiawi. Tapi tak berani muluk. Sebaik-baiknya berharap ya kepada Allah SWT. Rezeki alhamdulillah, kalau tidak, coba lagi,” jelasnya.

Anak dari pasangan Darkasyi-Mutia ini terbilang religius. Bahkan, oleh rekan tim sering celetuk, bahwa dirinya ‘tawadhu’. Selain hanya bicara yang penting saja, ia juga pernah mondok beberapa tahun di pesantren (dayah) Darul Muttaqin Al Hasani Al Aziziyah yang berlokasi di Gampong Laga Baro.

Selain soal latihan dan kerja keras, sebagai seorang pesepakbola yang mempunyai basic pesantren, ia amat percaya keterlibatan Sang Maha adalah segalanya. Baik performa di lapangan maupun takdir karir di kelak waktu. Syakir kerap merasa, penempatan posisi, memahami ruang, tidak melulu soal pemahaman taktikal. Katanya, sering, di momen tertentu terasa keberuntungan menaunginya, ada ‘tuah’ dari-Nya.

Kini, ia merupakan kebanggaan sekaligus harapan dari Pasee. Sebutan khas dari Kabupaten Aceh Utara. Kecepatan yang ia miliki amat berguna dalam skema yang diperagakan tim asuhan Fakhri Husaini. Tuahnya diharapkan manjur untuk memecah kebuntuan untuk tim manakala deadlock. (icm/rif)

PROFIL PEMAIN
Nama: Muzakir
Tempat Tanggal Lahir: Matang Puntong, 25 Mei 1997
Posisi: Winger
Berat Badan: 59
Tinggi Badan: 170
Pemain Idola: Son Heung Min