Kedubes Amerika Apresiasi Karya Investigasi Media Lokal

Harianrakyataceh.com – Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta bekerjasama dengan mitra lokal di Aceh yaitu Komunitas Muda Aceh Melek Media (KOMEMA) dalam memfasilitasi kapasitas jurnalis muda di Aceh mengenai reportase investigasi berbasis digital.

Kedubes Amerika Serikat melalui Public Affairs Section (PAS) senantiasa mendukung program-program pengembangan kapasitas jurnalis, demokrasi dan praktik tata kelola pemerintahan yang baik serta isu pendidikan di seluruh Indonesia termasuk di Aceh.

Kedubes Amerika Serikat baru-baru ini mengapresiasi hasil karya liputan investigasi oleh
media lokal di Aceh. Ketua KOMEMA, Rahmat Saleh mengungkapkan, dari sejumlah usulan
liputan yang masuk, diseleksi untuk mendapatkan judul dengan pendekatan investigasi yang layak untuk didanai.

“Tersedia dua slot liputan yang didanai masing-masing senilai Rp 5 juta. Tentunya
memperhatikan sejumlah kriteria antara lain, ide orisinil dari media, mengungkap
tabir, tidak bertendensi politis atau pembunuhan karakter, fokus pada isu layanan publik multi sektor, bermanfaat untuk pencerahan publik dan laporan investigasinya dipublikan di media,” ujar Rahmat, Rabu (3/3).

Kedua liputan terpilih tersebut adalah yang pertama berjudul “Lingkungan
Terusik, Tamiang-Gayo Tembus Melalui Gunung Lesten yang diliput oleh media kanalinspirasi.com. Liputan ini menitikberatkan pada potensi kerusakan lingkungan jangka panjang akibat dari pembukaan akses jalan baru yang menghubungkan dua kabupaten.

Di satu sisi, pembangunan jalan tersebut memberikan solusi kepada warga yang selama ini kesulitan akses dan lambannya pertumbuhan ekonomi. Namun disisi lain, rute jalan menggunakan lahan hutan produksi yang semula justru direncanakan pada hutan lindung serta dugaan sejumlah maladministrasi seperti tiadanya dokumen amdal.

Sementara judul satu lagi yaitu Menguak Dugaan Pungli oleh Oknum Pejabat pada Kontraktor Proyek Fisik di Bireuen oleh media metroaceh.com”. Liputan ini dinilai menarik dan penting karena menyangkut praktik pungli yang diduga sudah berlangsung lama dan mendtradisi pada beberapa Dinas di Bireuen serta adanya praktik proyek bodong serta
sangat lemahnya pengawasan proyek dikarenakan tiada anggaran pengawasan yang dialokasikan.

Kedua judul ini terpilih karena memiliki konsen terhadap isu potensi kerusakan lingkungan akibat pembukaan akses jalan baru dan isu pelayanan publik berupa tata kelola proyek fisik yang bisa merugikan keuangan negara dan masyarakat di masa datang.

“Meskipun kedua usulan liputan investigasi yang didanai tersebut megandung resiko yang besar bagi jurnalis dan medianya, namun keberanian untuk mengungkapkan dalam bentuk laporan naratif investigatif patut diapresiasi karena isu yang diangkat tergolong sensitif,”
lanjut Rahmat.

Menurut Rahmat, tidak banyak media dan jurnalis yang bersedia melakukan laporan secara investigatif. Banyak faktor penyebab antara lain durasi yang lama, topik yang sangat sensitif, resiko keamanan, resiko kelangsungan bisnis media dan biaya liputan yang tergolong mahal.

Meskipun liputan investigatif tergolong tidak popular dan tergolong sulit diterapkan, Rahmat dan timnya merasa sangat mengapresiasi dukungan Kedubes Amerika terhadap pengembangan kapasitas jurnalis lokal khususnya pada ketrampilan liputan lanjutan (advance reporting) seperti ini.

Harapannya karya-karya liputan jurnalis ke depan semakin kritis dan berpihak kepada publik dan menyampaikan fakta-fakata yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita berharap ditengah maraknya platform media terutama yang berbasis digital saat ini, karya liputan media tidak semakin partisan dan cenderung mengikuti arus,” imbuh Rahmat.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pada awal 2020 lalu telah dibekali training peliputan investigasi berbasis digital kepada puluhan jurnalis muda di Aceh. Namun tidak lama kemudian merebaknya pandemi covid-19 menyebabkan tindak lanjut dari program ini
sempat terhenti akibat keterbatasan ruang gerak masyarakat.

“Sejak periode akhir 2020 lalu kita aktifkan kembali program ini dan alhamdulilah dapat
berjalan lancar meskipun banyak tantangan yang dihadapi di lapangan,” ungkapnya. (ra/slm)