Harianrakyataceh.com –  Jamaah Balai Pengajian Hj Sinarti Lambaro Skep meminta Pemerintah Kota Banda Aceh agar lebih peduli dan memberi dukungan terhadap balai-balai pengajian yang ada di gampong-gampong dalam wilayah Kota Banda Aceh.

Hal tersebut disampaikan pengelola balai pengajian tersebut, Hj Sinarti, melalui Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, dalam kegiatan reses masa persidangan II yang dilaksanakan di Gampong Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Kamis (04/03/2021).

Sinarti menuturkan, untuk melahirkan generasi penerus yang baik dan islami, seorang anak harus mendapatkan bimbingan dari orang tua. Oleh karena itu, pihaknya terus meghidupkan pengajian di tingkat gampong bagi para orang tua untuk membekali mereka dengan ilmu agama.

“Karena itu kami ingin memberikan motivasi kepada orang tua agar dalam mendidik anak-anak mereka menjadi saleh dan saleha, dengan membimbing anak secara islami. Dalam hal ini kami meminta dukungan pemerintah agar ibu-ibu lebih semangat dalam mengikuti pengajian ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menyambut baik aspirasi yang disampaikan warga. Sebagai pimpinan DPRK Banda Aceh, dirinya meminta kepada pemerintah untuk meningkatkan perhatian dan membina kegiatan-kegiatan keagaman di tingkat gampong.
“Ini sangat urgen untuk mempersiapkan generasi yang islami dalam rangka mewujudkan Banda Aceh gemilang dalam bingkai syariah,” kata Farid Nyak Umar.

Menurutnya pemerintah kota dan dinas terkait perlu merumuskan program-program untuk membangun karakter positif bagi warga. Program itu bisa dalam bentuk pendampingan agar masyarakat siap dan kuat dalam menghadapi tantangan zaman, serta bisa beradaptasi dan tidak terpengaruh dengan efek-efek negatif globalisasi.

“Hari ini kita menyaksikan bagaimana pengaruh dari narkoba, judi online, dan kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat lainnya,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Oleh karena itu kata Farid, menjadi sangat penting khususnya peran orang tua untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap warga serta terus membangun kepedulian terhadap sesama.

“Penting juga diingat, jangan sampai karena kita tinggal di kota lalu timbul perasaan individual atau sendiri–sendiri sehingga tidak peduli dengan kondisi lingkungan,” kata Farid.

“Insyallah dengan kebersamaan maka kita yakin Banda Aceh akan lebih baik dan kemudian pemerintah dengan dukungan sepenuhnya kepada masyarakat akan mampu mewujudkan program–program untuk meningkatkan kulitas pengamalan syariat Islam insyaallah itu akan membentuk Kota Banda Aceh gemilang dalam bingkat syariah,” tutup Farid. (ra)