Launching Penjualan Beras Lokal, Bupati dan Sekda Rebutan Konsumen di Simeulue

Erli Hasyim (pakai peci), sedang promosikan beras lokal yang resmi dijual kepasar. Kamis (4/3). Ahmadi - Harian Rakyat Aceh

SIMEULUE (RA) – Ribuan zak beras hasil panen padi milik petani program humasa sebel – khumaha heba tahun 2020, laku terjual saat launching perdana dipasarkan, yang digelar di lapangan Pendopo Bupati Simeulue, Kamis (4/3).

Launching perdana penjualan beras lokal yang dijual tersebut, dua pemilik lokasi lapak jualan yang dilengkapi pengeras suara itu, masing-masing lapak saling rebutan menarik peminat calon konsumen untuk membeli ribuan zak beras hasil pertanian Kabupaten Simeulue.

Persaingan dua pemilik lapak semakin tajam untuk menarik minat calon pembeli, yang dilakoni toke lapak Bupati Erli Hasyim dan Ahmadlyah SH Sekda Simeulue, meskipun pembelinya itu banyak yang hutang dan ada juga yang sebahagian bayar tunai di lokasi lapak jualan launching beras lokal.

“Yang lain mana ini para SKPK, ayo beli beras lokal hasil pertanian kita,” teriak Bupati Erli Hasyim toke lapak yang berada bagian Utara lokasi jualan, sambil menyebutkan nama Kepala Dinas, Kepala Bagian serta instansi lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simeulue.

Sementara Ahmadlyah Sekda Simeulue, toke lapak yang menempati sebelah bagian Selatan lapangan pendopo tersebut, juga tak mau kalah yang lantang melalui pengeras suara mempromosikan beras hasil panen padi humasa sebel – khumaha heba, untuk menarik minat calon pembeli beras.

“Ayo pegawai, aparat Kecamatan, aparat desa dan masyarakat, kita beli beli beras milik petani Simeulue, jangan ragu beli beras ini, dijamin kualitasnya sangat bagus dan bermutu, mari kita konsumsi beras lokal kita,” teriaknya sembil melayani pembeli yang bayar lunas maupun yang masuk dalam buku hutang.

Kedua toke lapak itu bertanggungjawab dan berusaha untuk menjual habis sebanyak 2.308 goni beras isi 15 kilogram dan 10 kilogram, dengan harga dibanderol beras?15 kilogram Rp 165.000 persatu sak dan isi 10 kilogram dibanderol Rp 110.000 persatu sak, serta dalam lounching tersebut pihak Baitul Mal telah menampung secara tunai sebanyak 2.580 sak beras bermerk “Simeulue Sejahtera”.

Setelah selesai tugas menjadi toke lapak, Bupati Simeulue didampingi Irwan Suharmi Ketua Dewan, serta unsur forkopimda lainnya, yang menyebutkan saat ini sedang memenuhi antrian pesanan konsumen sebanyak 5.000 zak beras lokal.

“Alhamdulillah, hari ini lounching perdana penjualan beras hasil pertanian milik petani kita program humasa sebel – khumaha heba pertama, dan ini akan dilanjutkan turun kesawah tahap kedua tahun ini juga. Seluruhnya kita harus konsumsi beras lokal kita dan ayo kita beli,” kata Erli Hasyim sesaat setelah jualan beras. (ahi/rus)