Tour de Koetaradja Gairahkan Pesona Wisata Aceh

BANDA ACEH (RA) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh akan gelar Road Bike Tour de Koetaradja pada 14 Maret 2021. Kegiatan olahraga sepeda ini mengusung konsep sport tourism, dengan jumlah 200 peserta dari berbagai kota. Bertema ‘Explore Koetaradja & Feel the Sensation’.

 

Panitia penyelenggara akan menghadirkan Sondi Sampurno, race director internasional balap sepeda jalan raya yang dimiliki Indonesia, spesialis UCI International Commissaire. Kelas yang diperlombakan dibagi dua. Pertama, King of Mountain (KOM) dengan rincian kelompok umur, 17-34 tahun, 35-44 tahun, 45-54 tahun. Kedua, Queen of Mountain (QOM). Khusus untuk katagori ini, tidak ada pengelompokan umur.

 

Jarak yang ditempuh sejauh 71 KM. Dengan rute, dimulai dari Museum Aceh, Simpang Kodim, lalu melewati Masjid Raya Baiturrahman, jembatan Pante Pirak, melewati Simpang Jambo Tepe hingga Simpang Mesra. Kemudian diteruskan ke Gampong Kajhu, Gampong Krueng Raya, naik ke Barbate Hill. Melewati Bukit Radar sampai ke Kecamatan Blang Bintang. Setelahnya Gampong Siron, sampai ke Lambaro. Kemudian Pagar Air, melewati Fly Over Simpang Surabaya dan Finish kembali di Museum Aceh.

 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin, SE, M.Si, Ak menyampaikan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi penyemangat dalam menggairahkan kembali industri pariwisata Aceh yang telah lama vakum akibat pandemi Covid-19.

 

Seperti yang selalu digaungkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno. Katanya, kebangkitan Aceh akan menginspirasi kebangkitan dan mengairah industri pariwisata Indonesia ke depan. Hal itu ia sampaikan saat mengapresiasi rencana Pemerintah Aceh yang menggelar Peringatan 16 Tahun kejadian Tsunami Aceh Sabtu 26 Desember 2020 silam.

 

“Tour de Koetaradja pesertanya 35 persen dari luar Aceh dengan jumlah totalnya 200 peserta. Event wisata tidak hanya berguna dalam memperkenalkan Aceh lebih dekat kepada wisatawan, mendukung industri pariwisata Aceh di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), tapi juga meningkatkan perputaran uang di sana, termasuk juga ekonomi tergerak,” tutur Jamaluddin.

 

Lebih jauh, diharapkan melalui kegiatan Tour de Koetaradja, tersampaikan pesan bahwa Aceh merupakan daerah wisata unggulan tidak hanya alam dan bundanya, namun juga event yang dihadirkan melalui spirit The Light of Aceh. Road Bike semacam ini dipandang memiliki peluang besar untuk menggaet peminat, mengingat antusiasme masyarakat bersepeda meningkat pesat selama pandemi Covid-19.

 

Kepala Bidang Pemasaran, Rahmadhani, M.Bus menambahkan, “Popularitas wisata olahraga sepeda meningkat pesat di masa pandemi Covid-19. Tidak hanya untuk meningkatkan imun karena menjaga kesehatan dengan berolahraga, tetapi juga bersepeda kecenderungan menjadi lifestyle bagi banyak orang. Momentum tersebut adalah peluang untuk menggeliat pariwisata dengan event semacam ini,” sebut Rahmadhani.

 

Peserta Tour de Koetaradja diberikan jersey, kaos kaki, cycling cap, suplemen strive. Untuk protokol kesehatan (prokes), peserta diwajibkan membawa surat keterangan negatif rapid antigen. Diwajibkan juga menjaga jarak di lokasi acara. Panitia juga menyediakan wastafel juga hand sanitizer, wajib menggunakan masker. Prinsip prokes yakni CHSE; Clean, Health, Safety dan Environment. Adapun pemenang akan diberikan sejumlah uang tunai beserta mendali. (ra/icm)