IAIN Takengon Perkuat Kualitas SDM

Rektor IAIN Takengon, Dr Zulkarnain (Tiga dari kiri) berfoto bersama Gubenur Aceh, Nova Iriansyah serta nara sumber Azwar Abubakar serta jajaran IAIN usai kegiatan FGD. IST/RAKYAT ACEH

TAKENGON (RA) – IAIN Takengon berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan Pemprov dan Kanwil Kemenag Aceh dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Hal ini ditegaskan Rektor IAIN Takengon Zulkarnain. saat berbicara pada FGD Penguatan Tata Kelola Kelembagaan dan Perumusan Rencana Program 2022 di Banda Aceh, Kamis (4/3) lalu.

Kegiatan berlangsung tiga hari, 4-6 Maret 2021, ini dibuka oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah. FGD diikuti 38 peserta, terdiri atas pejabat rektorat dan dekan beserta jajaran IAIN Takengon.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan visi bersama tentang tata kelola kelembagaan yang baik serta program kerja yang terukur. Tata kelola kelembagaan kolaboratif gotong royong secara internal maupun eksternal dengan perguruan tinggi lain serta lembaga lainnya,” terang Zulkarnain.

“IAIN Takengon akan merumuskan kolaboratif dengan Pemprov dan Kanwil, dalam menyiapkan SDM yang dapat mengikuti perkembangan zaman sekaligus memberi solusi atas problem yang dihadapi ke depan, solusi kedepan harus kita rumuskan hari ini,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Kakanwil Kemenag Aceh M Iqbal. Dia siap bekerjasama dengan IAIN Takengon untuk meningkatkan kualitas guru dan pegawai madrasah, khususnya yang berada di wilayah tengah Aceh, termasuk dalam penguatan pembelajaran moderasi beragama.

Sementara Gubernur Aceh Nova Iriansyah terus mendorong IAIN Takengon untuk memperkuat kualitas SDM civitas akademika dan mahasiswa. Dia berharap FGD ini menghasilkan rumusan tata kelola kelembagaan yang baik, manfaat sesuai dengan perkembangan zaman.

“Terus perkuat sumber daya manusia. Kami dari pemerintah provinsi mendukung penuh penguatan SDM kita,” pesannya.

Hadir sebagai nara sumber dalam kegiatan ini Dr. Azwar Abubakar (Menpan RB 2012-2014), Kepala Biro Hukum Kementerian Agama, Kepala Biro Ortala Kementerian Agama, Kasubdit Ketenagaan Diktis Kementeraian Agama, Prof. Alyasa’ Abubakar dan Luthfi Auni. (jur/bai)