Lhokseumawe Peringatan Haul Wafat Imam Syafi’i

Peringatan haul wafat Imam Syafi’i ke 1238 H & Haul Tarbiyah Islamiah Mazhab Syafi’i ke 8, berlangsung di pendopo Rarbiyah Islamiah Mazhab Syafi’i di Gampong Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua,Kota Lhokseumawe, kemarin. ARMIADI/RAKYAT ACEH

LHOKSEUMAWE (RA ) – Peringatan haul wafat Imam Syafi’i ke 1238 H & Haul Tarbiyah Islamiah Mazhab Syafi’i ke-8, berlangsung di pendopo Rarbiyah Islamiah Mazhab Syafi’i di Gampong Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, kemarin.

Dalam peringatan itu juga sekaligus dilakukan deklarasi kemukiman dan gampong dalam wilayah Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, sebagai Kemukiman dan Gampong Tarbiyah Islamiah Mazhab Syafi’i. Meskipun, dalam kondisi pandemi Covid-19 peringatan haul wafat Imam Syafi’i tetap dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Camat Muara Dua, Heri Maulan mengatakan, Walikota Lhokseumawe pada tahun 2015 telah mendeklarasikan Kota Lhokseumawe sebagai Kota Tarbiyah Islamiah Mazhab Syafi’i. Kemudian, tahun 2018 camat Muara Dua mendeklarasikan Kecamatan Muara Dua sebagai Kecamatan Tarbiyah Islamiah Mazhab Syafi’i.

“Alhamdulillah tahun 2021 ini para mukim dan para keuchik telah mendeklarasikan sebagai kemukiman dan gampong tarbiyah,” katanya. Disebutkan, pihaknya di Kecamatan Muara Dua sudah menyelesaikan seluruh tugas yang diamanatkan oleh agama dan Walikota Lhokseumawe. Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Lhokseumawe, Tgk Misran menyebutkan, melalui momentum haul pada tahun ini untuk dapat meningkatkan apa saja yang diajarkan oleh ulama-ulama kita terdahulu.

Terkhusus ilmu adap dan akhlak, apalagi sekarang Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Camat Muara Dua, terjun langsung dalam meningkatkan pengajian rakyat di kalangan masyarakat.

“Mudah-mudahan, apa yang dicita-cita kan oleh ulama kita terdahulu bisa tercapai di masa sekarang, khususnya di Kota Lhokseumawe. Semoga Tarbiyah terus berkembang ke daerah-daerah lain, supaya seluruh masyarakat Lhokseumawe berilmu agama terkhusus ilmu akhak agar perubahan peradapan moral masyarakat di Kota Lhokseumawe dapat terwujud,” harapnya. (arm/icm)