Penunjukan Sayuti Sebagai Cawagub Dinilai Sudah Tepat

BIREUEN (RA) – Penunjukan calon Wakil Gubernur (Cawagub) Aceh kepada Sayuti Abubakar, mendapat parhatian di kalangan politikus Aceh. Edi Obama turut berbicara. Wakil Bendahara Umum Partai Aceh (PA) itu menilai, penunjukkan Sayuti sebagai Cawagub Aceh dari Partai Nanggroe Aceh (PNA) sudah sesuai dengan mekanisme partai yang berlaku.

Menurutnya, jikapun ada pihak yang melakukan protes atau keberatan terhadap penunjukan tersebut, dengan membentuk opini yang menyesatkan di media sosial, itu merupakan bentuk sikap ketidak puasnya karena bukan dirinya yang ditunjuk.

“Seperti MTA ketika bukan dia yang ditunjuk, langsung membuat opini sesat, padahal dia sendiri bukan Kader Partai Nanggroe Aceh, bukan pula pendiri PNA serta bukan Timses pemenangan Irwandi Nova kala Pilkada 2017,” ujar Edi Obama kepada awak media, Selasa (9/3).

Edi menyebutkan, ada pihak KLB PNA yang keberatan atas penunjukan Sayuti sebagai Cawagub Aceh sisa masa jabatan 2017-2022, dan itu dianggap memperlihatkan sikap yang aneh, ketika dia keberatan berarti dia sendiri mengakui kepengurusan di bawah Irwandi Yusuf yang Sah sesuai aturan Menkumham.

“Alangkah baiknya bersikap dewasalah untuk menerima keputusan ketua PNA dan tidak langsung membentuk opini yang tidak baik,” tegasya.

Edi mengaku bahwa dirinya bukan pengurus PNA yang tidak begitu paham dengan Sayuti. Namun, ia mendukung penuh terhadap keputusan yang di ambil oleh Irwandi sebagai Ketua Umum Partai.

“Saya juga berhak menyampaikan pendapat, dikarenakan saya juga merupakan tim pemenangan Irwandi-Nova, sekaligus donatur tetap untuk kemenangan pasangan Irwandi-Nova pada pilkada 2017. Walaupun sampai sekarang belum ada penyelesaiannya masalah biaya kampanye yang saya kasih, jadi mohon kepada teman-teman yang berbeda pendapat untuk dapat menahan diri atas hal-hal yang justru nanti akan dapat merugikan diri sendiri,” harap pengusaha muda ini.

Penunjukan Sayuti, sebutnya, adalah hal yang tepat jika di lihat dari pengorbanan, kapasitas, integritas dan loyalitas perjuangannya membela Irwandi di pengadilan maupun di Mahkamah Agung dalam menghadapi proses hukum kala itu. (akh/icm)