Satresnarkoba Polres Aceh Tengah Ungkap Peredaran Sabu dan Tahan Sembilan Tersangka

AKBP Sandy Sinurat memperlihatkan narkoba sabu sebanyak 3 ons lebih kepada wartawan saat konferensi pers di depan Mapolres setempat. JURNALISA/RAKYAT ACEH

TAKENGON (RA) – Satresnarkoba Polres Aceh Tengah berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis sabu. Proses penangkapan tersebut dilakukan dengan cara undercover buy (pembelian terselubung).

Dalam konferensi pers yang digelar Senin (8/3) di Mapolres setempat, dipimpin langsung oleh Kapolres Aceh Tengah AKBP Sandy Sinurat menyebutkan, penangkapan menggunakan metode undercover buy berhasil menangkap sembilan tersangka.

“Kita sedang menjalankan program antik, dengan menggunakan metode undercover buy Satresnarkoba kita berhasil menangkap sembilan tersangka,” pungkas Sandy.

Satresnarkoba yang dipimpin Ipda Adam Maulana mengatakan, sembilan tersangka tersebut satu diantaranya adalah wanita. Dari delapan ini ada yang pemain baru dan ada yang memang sudah pernah menjadi narapidana dalam kasus yang sama.

“Dari hasil penyidikan kita, dari sembilan ini sudah ada yang pernah menjadi narapidana, pemain lama, namun ada juga pemain baru,” ujar Adam.

Adapun sembilan tersangka tersebut diantaranya, NMH (34) wanita, wiraswasta asal Weh Ilang, Pegasing, MP (34) tani, asal Kampung Asir-Asir, Lut Tawar, FG (22) wiraswasta asal Kampung Bies Mulie, Bies, EW (31) wiraswasta asal Kampung Burni Bies, Silih Nara.

Lalu, BM (18) wiraswasta asal Kampung Blang Puuk, Beutong Ateuh, Nagan Raya, HG (43) wiraswasta Kampung Kutenireje, Lut Tawar, NMS (29) petani asal Kampung Mongal, Bebesen, MH (29) wiraswasta asal Kampung Kung, Pegasing dan SP (23) pekerja wiraswasta.

Dari ke sembilan tersangka Satresnarkoba berhasil mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak tiga ons lebih atau 332 gram, satu unit mobil merk Datsun GO dan dua unit sepeda motor merk vario dan beat.

“Terimakasih dan patut kita berikan reword kepada tim satresnarkoba yang berhasil menangkap sindikat narkoba di kabupaten yang kita cintai ini. Tidak ada tempat untuk pemakai narkoba di Aceh Tengah,” tegas Sandy. (jur/bai)