Pemkab Simeulue Bakal Tertibkan Penggunaan Kenderaan Plat Merah

Harianrakyataceh.com – Diduga banyak kenderaan dinas plat merah milik Pemerintah Kabupaten Simeulue yang disalahgunakan dan dikendarai oknum pengguna kenderaan yang tidak sesuai fungsi dan tidak patuh aturan hukum.

Padahal kenderaan plat merah yang seharusnya digunakan untuk menunjang kelancaran tugas dan aktifitas operasional, malah dipinjam pakaikan kepada pegawai yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simeulue.

Pihak Pemerintah Kabupaten Simeulue, selaku pemilik aset ribuan unit berbagai jenis kenderaan plat merah itu, telah mempersiapkan surat edaran untuk penertiban penggunaan fasilitas plat merah yang dipinjam pakaian kepada ribuan pegawai.

Pemerintah Kabupaten Simeulue, telah banyak menerima laporan, bahkan menyaksikan penggunaan kenderaan plat merah itu, yang kendarai oleh oknum yang digunakan untuk kepentingan pribadi, dan tidak digunakan oleh pegawai untuk kepentingan dalam tugasnya.

Penertiban dan telah dipersiapkan surat edaran (SK) resmi tersebut.
Hal ini dijelaskan Asludin, SE, M.Kes, selaku Nota Dinas (ND) Sekretaris Daerah (Sekda) Simeulue, yang dikonfirmasi Harian Rakyat Aceh, Kamis (11/3).

“Sudah banyak laporan dan informasi yang kita terima penyalahgunaan kenderaan asset milik Pemkab Simeulue, padahal kenderaan dinas itu diberikan dan dipinjam pakaikan kepada pegawai kita untuk menunjang kepentingan tugasnya. Persoalan ini akan kita tertibkan dan telah kita persiapkan surat edarannya,” katanya.

Masih menurut Asludin, Pemerintah Kabupaten Simeulue tidak hanya sering menerima informasi dan laporan dari masyarakat, bahkan dia mengaku menyaksikan sendiri ada kenderaan dinas plat merah yang digunakan untuk kebut-kebutan dan balapan liar oleh oknum warga yang masih dibawah umur.

Selain itu juga, kenderaan milik Pemerintah Kabupaten Simeulue itu, juga plat nomor polisinya sengaja disamarkan dan dilepas plat nomorna, serta ada yang dirubah fisik dan aksesorisnya untuk mengelabui amatan pemilik aset dan perhatin publik, sehingga mirip kenderaan pribadi yang mengendarai kenderaan plat merah yang dibeli dari uang negara.

ND Sekda Simeulue juga, menyebutkan, selain persoalan salahgunakan kenderaan plat merah itu, juga saat pergeseran atau mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simeulue, ada oknum pegawai pindah tugas ke instansi lainnya, namun oknum pegawai itu turut membawa kenderaan yang dipinjam pakaikan tersebut.

“Sebelum surat edaran resmi itu sampai ditangan SKPK atau instansi, kita himbau jangan berikan kenderaan dinas itu kepada orang lain, termasuk dibawa anak ke sekolah, sebab kita saksikan ada kenderaan dinas digunakan balapan dijalan raya, selain itu ada juga oknum pegawai yang pindah ke instansi lain tapi kenderaan dinas itu ikut dibawa juga. Dalam SK pindah itu tidak tertulis kenderaan dinas pindah tugas, yang pindah tugas itu pegawainya,” tegasnya.

Data yang diterima Harian Rakyat Aceh, dari bidang asset Pemerintah Kabupaten Simeulue, saat ini diperkirakan total jumlah aset khusus berbagai jenis kenderaan dinas bergerak, sekitar 1.700 unit yang dipinjam pakaian oleh pegawai dan tersebar di SKPK maupun yang dipinjam pakaikan di instansi Vertikal lainnya.

“Secara global ada sekitar 1.700 unit kenderaan dinas milik Pemerintah Kabupaten Simeulue, yang tersebar disel?uruh SKPK, pemerintahan Kecamatan, pemerintahan Desa maupun yang dipinjam pakaikan di instansi vertikal,” kata Budimansyah, Kabid Aset Pemerintah Kabupaten Simeulue, kepada Harian Rakyat Aceh. (ahi/rus).