Mangrove Forest Park Langsa, Destinasi Wisata Alternatif Dimasa Pandemi

Pemandangan kawasan Mangrove Forest Park Kuala Langsa. (Foto: Rakyat Aceh/Putra Zulfirman)

HARIANRAKYATACEH.COM – Objek wisata Mangrove Forest Park (Kawasan Hutan Mangrove) di Gampong Kuala Langsa Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa menjadi destinasi wisata alternatif saat masa pandemi Covid-19.

Sejumlah pelancong dari dalam daerah maupun kabupaten/kota tetangga, kerap menjadikan destinasi wisata ini untuk berlibur bersama keluarga saat akhir pekan.

“Pandemi Covid-19 buat kita susah berpergian jauh. Jadi liburnya cukup di hutan mangrove Kuala Langsa ini aja,” tutur Ainun (33), warga Peureulak, Aceh Timur saat berada di objek wisata Mangrove Forest Park Kuala Langsa, Minggu (14/3).

Jembatan Eropa, menjadi salah satu spot foto pengunjung yang terdapat di kawasan Mangrove Forest Park Kota Langsa. (Foto: Rakyat Aceh/Putra Zulfirman)

Menurut dia, liburan di objek wisata hutan bakau ini bisa mengedukasi anak-anaknya. Seeprti memperkenalkan tumbuhan bakau dan beragam spesiesnya serta bisa melihat monyet lebih dekat.

Terlebih penting, kata dia, di lokasi ini terdapat sejumlah spot foto yang kekinian dan panorama alamnya yang indah. Disamping, berdarmawisata ke hutan mangrove tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam.

“Jarak Peureulak ke Langsa cuma 40 menit berkendera. Terus tiket masuk murah dan tersedia aneka jajanan. Pokoknya murah meriah,” aku ibu tiga anak ini.

Sememtara, Humas Ayudhia Management–pengelola kawasan hutan mangrove Kuala Langsa–Munawar menyebut, sejak dikelola pihaknya jumlah wisatawan terus meningkat meski dimasa pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah, kita terus berbenah dan wisatawan lokal maupun luar daerah terus berdatangan. Apa lagi diakhir pekan seperti ini,” tuturnya.

Pihak pengelola, kata dia, menyediakan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, pengukur suhu tubuh dan pengunjung  wajib menjaga jarak serta kenakan masker.

“Lain itu, setiap akhir pekan disediakan live musik akustik sebagai hiburan, dengan tetap memeprhatikan penerapan syariat Islam dan kearifan lokal,” pungkas Munawar. (put)