Waspada Link Googleform Palsu Sentra Vaksinasi Bersama

Data Anda Bisa Dicuri

ILUSTRASI : Personel Brimob Polda Aceh mengawal penurunan vaksin Covid-19 yang baru tiba dari Banda Aceh di Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, pada Senin (1/2). ARMIADI/RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – Ketua Satgas Sentra Vaksinasi Bersama BUMN yang juga Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga meminta masyarakat, agar tidak terpancing memberikan data pribadi pada link googlefrom palsu, untuk mendaftar sebagai peserta vaksin di Sentra Vaksinasi Bersama BUMN.

“Sejak awal Sentra Vaksinasi Bersama ini berdiri, sangat banyak beredar berita bohong, atau hoax. Saya minta masyarakat berhati-hati. Jangan mendaftar secara online, selain di akun resmi Sentra Vaksinasi Bersama. Data pribadi Anda bisa dicuri pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Arya dalam keterangannya, Minggu (14/3).

Para pendaftar yang memenuhi syarat, terutama kalangan lansia yang berusia di atas 59 tahun, memiliki KTP DKI Jakarta, dan bagi yang tidak ber-KTP DKI Jakarta harus memiliki surat keterangan domisili dari Ketua RT/RW di lingkungannya, bisa mendaftar melalui googleform resmi yang terdapat di link : instagram @sentravaksinasibersama.

Setelah mendaftar, peserta akan mendapatkan jadwal dan jam kedatangan di Sentra Vaksinasi Bersama BUMN.

“Kami senang dan bangga, Sentra Vaksinasi Bersama ini sudah diketahui masyarakat luas. Terutama, di kalangan lansia. Namun sangat disayangkan, ada orang-orang yang ingin mengacaukan dan memanfaatkan antusiasme orang untuk divaksin, dengan tujuan yang tidak baik. Jadi sekali lagi, hati-hati,” kata Arya.

“Jangan mudah percaya dengan berita bohong yangs ering beredar di Whatsapp, atau medsos,” tegasnya.

Hingga hari ketujuh, Minggu (14/3), perhelatan Sentra Vaksinasi Bersama yang dilaksanakan oleh Kementerian BUMN dan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan serta Pemda DKI Jakarta, telah memvaksin 28 ribu pendaftar, yang terdiri dari kalangan lansia dan pekerja pelayan publik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 ribu di antaranya adalah lansia.

SUMBER : RAKYAT MERDEKA