Ngabalin Sebut Amien Rais Sebar Hoax soal Jabatan Presiden 3 Periode

Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin (kanan) dan Presiden Joko Widodo di Istana Negara (Dok/JawaPos.com)

.com – Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyatakan, hingga saat ini tidak ada pembicaraan mengenai jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan ditambah menjadi tiga periode.

Hal itu dia katakan merujuk pernyataan pendiri Partai Ummat Amien Rais yang curiga adanya perubahan yang mengatur tentang masa jabatan kepala negara yang maksimal hanya dua periode. “Tidak ada. Saya tegaskan tidak ada,” ujar Ngabalin kepada wartawan, Senin (15/3).

Politikus Partai Golkar tersebut menambahkan, yang diungkapkan oleh Amien Rais adalah hoaks. Sebab sampai saat ini tidak adanya pembicaraan mengenai perubahan kepala negara dari dua periode ke tiga periode. “Pak Amien itu kan cari panggung saja, sebar hoaks, sebar berita bohong. Jadi tidak usahlah bikin berita penuh hoaks,” katanya.

Ngabalin menuturkan, Amien Rais tidak perlu menyebar hoaks-hoaks seperti itu. Seharusnya menurut Ngabalin pada saat Amien Rais bertemu dengan Presiden Jokowi mengungkapkan soal masalah jabatan tiga periode kepala negara.

“Sudah diberi kesempatan bicara seluas-luasnya sama Presiden kenapa tidak bicara. Nanti begitu keluar dia baru ngomong di mana-mana, di channel YouTube dan lain-lain,” ungkapnya.

Oleh sebab itu Ngabalin mengatakan, memang sudah menjadi karakter Amien Rais yang suka menyebarkan berita bohong seperti itu. Padahal itu tidak semestinya dilakukan. “Artinya memang karakternya begitu, suka sebar hoaks, sebar isu dan lain-lain. Penuh dendam dan lain-lain,” tuturnya.

Sebelumnya, Amien Rais menaruh kecurigaan terhadap upaya yang dilakukan sejumlah pihak untuk menerbitkan pasal dalam aturan hukum agar presiden Jokowi bisa kembali memimpin dalam tiga periode. “Akankah kita biarkan, plotting rezim sekarang ini, akan memaksa masuknya pasal supaya bisa dipilih ketiga kalinya,” kata Amien.

Amien sendiri menangkap sinyal politik terkait skenario yang tengah dilakukan sejumlah pihak untuk melakukan manuver agar Jokowi bisa terpilih sebagai presiden tiga periode. Dia menyebutkan, salah satunya melalui manuver politik yang dilakukan pemerintah saat ini untuk mengamankan semua lembaga negara, mulai dari DPR, MPR, DPD, maupun lembaga negara lain guna mencapai tujuan tersebut. (*)

Editor : Dinarsa Kurniawan

Sumber : Jawapos