Intervensi Rawan Narkoba, BNN Rapat Koordinasi Bersama Forkopimda Lhokseumawe

HARIANRAKYATACEH – Badan Narkotika Nasional bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Lhokseumawe melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi terkait kawasan rawan narkoba Desa Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti pada Senin (15/03/21). Kegiatan berlangsung di Oproom Setdako dihadiri antara lain Damrem 011/LW, Dandim 0103/ Aceh Utara, DPRK, Kepala BI Lhokseumawe, MPU, MAA, Aparatur dan Tokoh muda Mon Geudong, serta unsur terkait lainnya.

Rapat koodinasi ini bertujuan menyamakan persepsi para pihak dalam upaya menjadikan Kota Lhokseumawe Bersih Narkoba (Lhokseumawe Bersinar). Terdapat beberapa desa di Lhokseumawe yang menjadi target BNN untuk didorong menjadi desa bersinar, sesuai kriteria Indeks Kota Tanggap Narkoba (IKoTAN), diantaranya adalah Desa Mon Geudong Kecamatan Banda Sakti.

Forkopimda dan masyarakat dimaksud telah bersepakat menurunkan status kawasan rawan narkoba Mon Geudong menjadi waspada, yang pada akhirnya menjadi “Bersih Narkoba-Bersinar”. Disamping upaya pencegahan dan rehabilitasi, diharapakan pihak terkait melalui Corporate Sosial Responsibility (CSR) akan mendampingi masyarakat terkait pemberdayaan ekonomi.

Kepala Kantor BI Lhokseumawe, Yukon Afrinaldo menjelaskan bahwa pihaknya akan memberikan perhatian dan pendampingan kepada masyarakat Mon Geudong sesuai dengan keinginan dan potensi sumber daya yang dimiliki. BI, lanjutnya telah merancang program yang berkelanjutan (sustanable) mulai dari persiapan, produksi hingga pemasaran, dan akan senantiasa melakukan evaluasi untuk melihat progres maupun kendala teknis di lapangan.

“Kita akan pelajari proposal pokmas, mereka maunya seperti apa nantinya”, rinci Kepala BI ini yang resmi menjabat pada Februari 2020 lalu.

Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya melalui Wakilnya Yusuf Muhammad, SE, MSM dalam arahannya memandang Kota Lhokseumawe sudah dalam kondisi kritis penyalahgunaan narkotika. Untuk itu, pihaknya mengharapkan kepada semua pihak agar senantiasa bersinergi guna meminimalisir dampak negatif ini dengan aksi nyata yang menyentuh langsung ke masyarakat.

“Perlu gerakan bersama berbagai pihak dalam wadah koordinasi yang melibatkan peran serta masyarakat lokal”, harap politisi PA ini.

Menanggapi harapan Walikota Lhokseumawe, Kepala BNNP Aceh, Brigjen. Pol. Drs. Heru Pranoto, M.Si melalui Kabag Umum AKBP. Werdha Susetyo, SE, menitikberatkan peran dan fungsi aparatur dan pemuda gampong dalam mencegah serta memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Kuncinya ada pada demand reduction, dimana masyarakat harus ditingkatkan imunitasnya untuk senantiasa menolak apapun bentuk tindak pidana penyalahgunaan narkotika”, tegas mantan Kepala BNNK Pidie Jaya ini, dalam relisnya kepada Rakyat Aceh pada Senin (15/3).

Secara terpisah, tokoh muda Mon Geudong, Zulfikar Syarif yang ditemui media ini menyatakan pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung konsep program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang digagas BNN. Masyarakat Mon Geudong, lanjutnya, pada dasarnya sangat menginginkan kehidupan yang tentram, aman dan sejahtera serta mapan secara ekonomi.

“Setelah pulih dari ketergantungan narkoba, kita ingin masyarakat diberikan bekal life skill agar terhindar dan tidak kembali menjadi pecandu atau pengedar”, harap aktivis sosial ini. Ketika disinggung tentang kesiapan masyarakat, staf pengajar Unimal ini memastikan ia dan seluruh masyarakat akan mengawal tahap demi tahap project pemberdayaan untuk mencapai tujuan yang dinginkan.(arm/ra)