Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry Kuliah Pengabdian

Foto bersama Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry dan penjabat Pemkab Aceh Timur di Kecamatan Madat saat acara sambutan mahasiswa KPM Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Senin (15/3). MAULANA/RAKYAT ACEH

IDI (RA) – Mahasiswa Pascasarjana dari kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh melaksanakan kuliah pengabdian masyarakat di Kecamatan Madat, sejak tanggal 14-17 Maret 2021. Kegiatan yang diikuti 47 mahasiswa pascasarjana dan dosen itu disebarkan dalam tiga Kecamatan antaranya Madat, Pante Bidari dan Simpang Ulim.

Pemkab Aceh Timur menyambut baik kegiatan UIN Ar-Raniry, pasalnya pengabdian ini sangat membantu masyarakat Aceh Timur dalam meningkatkan pengetahuan dalam memacu pembangunan gampong.

“Inilah arti dari tridharma perguruan tinggi, bagaimana pengetahuan yang telah ditempa di kampus tidak hanya dijadikan untuk diri mahasiswa saja, akan tetapi juga diabdikan kepada kepentingan masyarakat luas,” imbuh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Aceh Timur, Aiyub.

Aiyub mengharapkan kegiatan itu mampu mendongkrak pembangunan di gampong dan dapat mencetak kader kader potensial dalam pembangunan di ditingkat gampong.

“Kita berharap mahasiswa yang mengabdikan ini mampu mengidentifikasi masalah yang ada dalam masyarakat. Begitu juga dalam menyampaikan informasi dapat dikemas dengan komunikasi yang jelas ditengah masyarakat. Jangan terjadi ketimpangan pemahaman, karena pemahaman antara pemberi informasi dan penerima itu berbeda,” pungkas Aiyub seraya berharap kerjasama Pemkab Aceh Timur dan UIN Ar-Raniry terus berlanjut.

Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof Dr H Mukhsin Nyak Umar MA mengatakan, kuliah pengabdian masyarakat merupakan pengabdian soft skill pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh kepada masyarakat Aceh Timur, pihaknya sengaja memilih wilayah Aceh Timur sebagai bentuk kontribusi keilmuan kepada masyarakat.

“Aceh Timur dan khususnya Kecamatan Madat punya potensi sumberdaya alam yang luar biasa. Pengabdian ini bukan untuk menggurui, tapi kita berbagai pengalaman, Jika pengetahuan ilmu teknologi dikolaborasikan dan agama ini akan mencapai tujuan pendidikan yang baik,” kata Prof Mukhsin. (mol/bai)