Pembangunan Drainase Tanpa Plang Nama

TANDA PLANG. Pembangunan drainase jalan nasional di Pidie Jaya tepatnya di kawasan Paru Kecamatan Bandarbaru tidak disertai papan plang nama. Sehingga terkesan proyek siluman.Abdullah Gani/Rakyat Aceh

MEUREUDU (RA) – Pembangunan saluran pembuang (drainase) pinggiran jalan Nasional Banda Aceh-Medan di kawasan Paru, Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya, kini gencar dilaksanakan. Proyek sepanjang kurang lebih satu setengah kilomerter yang sedang dikerjakan itu tidak disertai dengan plang nama (identitas proyek).

Seorang warga Bandarbaru mengaku, ia tidak melihat adanya papan yang dipasang disitu (maksudnya pada proyek). “Saya hampir setiap hari melintasi jalan ini, tapi papan plang tak pernah saya lihat,” kata seorang pengguna jalan yang mengaku berasal dari Trienggadeng.

Malah seorang pelintas lainnya yang menggunakan roda empat dan sempat mampir sejenak di lokasi proyek itu sedang dikerjakan yang diminta tanggapan terkait dengan tak adanya papan identitas dengan tegas menyebutkan, setiap bangunan bersumber dana dari pemerintah harus ada plang nama.

“Tanpa plang nama, itu proyek siluman namanya. Mungkin proyek di Pijay itu ada plangnya, tapi ditancapkan di ujung barat atau timur,” paparnya lagi.

Kadis PU Pidie Jaya, Rizal Fikar ST, Senin (15/3) menyebutkan, proyek drainase di kawasan Paru itu bersumber dana dari APBN. Pekerjaan dimulai dari Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya bahkan mungkin hingga ke kabupaten lain di wilayah timur.

Tentang papan plang, kata Rizal, itu dipasang di Aceh Besar. “Papan plang proyek ditancapkan di Aceh Besar,” kata Rizal Fikar. (mag87/bai)