Tiga Hari Pasca Keluar LP Karena Langgar UU ITE, Isma Memasak, Suami Kembali Melaut

HARIANRAKYATACEH.COM – Sehari setelah keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Isma Khairani (33) yang mendekam selama 21 hari bersama bayinya,  dipeusijuek (tepung tawar-red) keluarga dan masyarakat. Hanya saja, ibu dan anak mengalami pilek saat ini.

“Saya dan bayi pilek saat ini. Mungkin perobahan cuaca yang panas. Puskesmas sudah saya kunjungi tadi untuk meredakan pilek,” kata Isma saat dihubungi wartawan Koran ini, Selasa (16/3).

Menurut Isma, kegiatan rutin sebagai ibu rumah tangga kembali dilanjutkan seperti sediakala. “Ya, saya memasak buat anak-anak dan suami. Anak saya tertua sekolah MTsN,” ungkapnya dari empat momongan dari suaminya Fauzi.

Sementara itu, Fauzi suami Isma secara terpisah berterima kasih kepada wartawan dan semua elemen yang telah memberikan perhatian kepada keluarganya hingga mendapat asimilasi.

“Ya, Senin kemarin peusijuek. Dan, saya sudah tenang bisa berkumpul bersama-sama lagi. Jadi, kegiatan bertani atau pun saya ke laut sudah tidak cemas lagi ingat keluarga,” kata Fauzi kepada Rakyat Aceh.

Kehadiran Isma dan bayi berkumpul di rumah sederhana itu, tentu saja dibarengi isak tangis keluarga dan tetangganya. Minggu siang pihak terkait ikut menyaksikannya.

                                      Musyawarah di Gampong

Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf yang ikut bersama saat pelepasan Isma dan bayinya di LP Lhoksukon, secara terpisah menginginkan kasus yang dialami seperti Isma warga kampung Lhok Pu’uk, Kecamatan Seunedon, atau 60 km arah timur laut Lhokseumawe, diselesaikan secara musyawarah di kampung.

“ Harapan saya ke seluruh masyarakat Aceh Utara, seperti hal yang dialami Isma dapat diselesaikan di tingkat gampong (desa-red) dengan hukum adat atau qanun gampong yang ada di masing-masing gampong,” jawab Wabup Fauzi Yusuf via Whatsaap kepada Rakyat Aceh, Selasa siang (16/3).

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Lhoksukon, Yusnaidi kepada wartawan menyebutkan pelepasan Isma telah memenuhi syarat proses asimilasi terkait COVID-19.

Ya, Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tatacara Pemberian Asimilasi, Pembebasan bersyarat, cuti bersyarat dan cuti menjelang bebas bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan serta penanggulangan penyebaran COVID-19. Ditambahkan, Isma saat ini berstatus tahanan rumah. (ung)