Toke Suum Tinjau Progres Pembangunan Rumah Sakit Regional Langsa

HARIANRAKYATACEH.COM – Walikota  Usman Abdullah  meninjau progres pembangunan  rumah sakit regional kota langsa di Gampong Pondok Kelapa, Kecamatan Langsa Baro, Selasa(16/3).

Dalam tinjauan tersebut, Walikota Usman Abdullah  didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Langsa, Dr.Herman, Kepala Bappeda Kota Langsa, M.Darfian, ST, Direktur RSUD Langsa, dr Helmiza Fahry, Sp.OT dan Kabag Pemerintahan, Khairul Ichsan, SSTP.

Walikota Usman Abdullah kepada wartawan mengatakan  harapannya kepada Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat agar lebih memfokuskan dalam percepatan  pembangunan Rumah Sakit Regional di Kota Langsa ini.

Kepada Pemerintah Aceh  dan Pusat agar lebih memfokuskan dalam percepatan pembangunan Rumah Sakit Regional ini, karena ini menyangkut kepentingan masayrakat banyak dalam hal peningkatan pelayanan kesehatan. Ujar Toke Suum.

Selanjutnya pembangunan ini sudah memasuki  tahap ke 3 sejak Tahun 2017 yang lalu dan anggaran yang dibutuhkan sesuai Perencanaan awal adalah sebesar Rp 1,3 trilyun, sedangkan dana yang telah dikucurkan di tahap pertama Rp 45 milyar, yang kedua Rp 45 milyar, bahkan yang terakhir tahun lalu hanya sebesar Rp 35 milyar.

oleh karena itu, jika tidak didukung dengan keseriusan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, kalau kondisi terus seperti ini saya khawatir  sampai beberapa Tahun ke depan pun belum tentu selesai” imbuh Usman Abdullah.

Sementara itu,  Direktur RSUD Langsa, Dr. Helmiza Fahry, Sp.OT  mengatakan sangat mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah  Provinsi Aceh dan Pemerintah Pusat dalam kelanjutan Pembangunan Rumah Sakit Regional ini.

“Kami berharap Pembangunan Rumah Sakit Regional di Kota Langsa ini agar  cepat terealisasi sehingga bisa segera beroperasional.Harapan Kami dengan dibangunnya Rumah Sakit regional ini serta dilengkapi dengan fasilitas yang memadai dan SDM  yang mumpuni dapat memberikan layanan fasilitas kesehatan yang baik bagi Masyarakat tanpa harus merujuk keluar daerah Kota Langsa maupun luar Provinsi Aceh” imbuh  Helmiza.(ris)