Ketua DPRK Aceh Jaya, Saweu Dayah Budi Mesja

HARIANRAKYATACEH.COM (RA) – DPRK Aceh Jaya melaksanakan Saweu Dayah dalam menampung bebagai kendala yang sedang dihadapi pengelola pesantren di dua Kecamatan Jaya, Indra Jaya yang dimulai di Dayah Mudi Mesra Lamno Aceh Jaya, Rabu (17/3).

Hal tersebut dikatakan, Ketua DPRK Aceh Jaya, Muslem D, Kepada harianrakyataceh.com, memang untuk program “Saweu Dayah”, “ini merupakan program insiasi setelah mendapat laporan dari masyarakat kondisi dayah-dayah dibutuhkan perhatian yang lebih maksimal”.

“Dengan adanya keterlibatan seluruh instansi terkait baik Komisi DPRK yang membidangi akan dapat menyerap aspirasi apa-apa saja yang menjadi kendala yang sedang dihadapi pengelola Dayah”.

Dengan adanya turun secara langsung pada hari ini, ada beberapa temuan yang menjadi catatan penting untuk segera di tangani terutama MCK (mandi cuci kakus), Air Bersih, serta agar segera ditempatkan petugas Kesehatan dikarnakan selama ini kebayakan santri kerap mengalami gatal-gatal, Kata Muslem

Nantinya dengan adanya ditempatkan tenaga medis, “maka nantinya bagi santri sedang sakit maupun membutuhkan pelayanan medis tidak harus keluar dari Kawasan dayah maka akan langsung di tangani oleh petugas maka besar harapan persoalan ini agar segera di sahuti oleh Dinas Kesehatan Aceh Jaya”. Harap,Muslem

Untuk saat ini selain mengunjugi Mudi Mesra juga dilaksanakan dikecamatan Jaya tepat dipesantren Nurul Arifin, serta nantinya akan dilaksanakan secara regular di masing-masing dapil pemilihan Anggota DPRK Aceh Jaya masing-masing.

Sementara Wakil Ketua Pengelola Dayah Mudi Mesra, Tgk Afifudin, mengungkapkan, memang pesantren ini telah berdiri sejak tahun 1963, untuk saat ini jumlah santri putra 1000 orang sementara santri putri 750 orang “memang termasuk air bersih, maupun adanya ditempatkan tenaga medis sudah menjadi kebutuhan dayah dikarnakan selama ini santri terkadang memasak nasi saja harus menggunakan air asin”.

Besar harapan dengan adanya kunjungan DPRK Aceh Jaya, “agar nantinya berbagai kebutuhan para santri yang sangat dibutuhkan dapat segera terealisasi, agar dapat memberikan kenyamanan saat proses belajar mengajar maupun saat melaksanakan ibadah”. Katanya (Hen)