Jangan Diam Terhadap Musibah Penebangan Liar Hutan

Anggota DPRA Yahdi Hasan

BANDA ACEH (RA) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Yahdi Hasan, meminta pemerintah tidak tinggal diam terhadap berbagai musibah yang terjadi beberapa bulan ini di Aceh.

Menurut Yahdi, musibah seperti kebakaran hutan, penebangan liar (illegal loging) adalah penyebab terbesar kerusakan hutan, sehingga alam pun ikut membalas.

“Kita Ingatkan pemerintah untuk tidak diam. Sebab pemerintah mempunyai peran besar untuk menuntaskan masalah tersebut. Begitu juga kami di legislatif dan bupati serta walikota untuk bahu-membahu sebelum kerusakan ini lebih parah lagi, “ujar Yahdi Hasan, Rabu ( 17/3).

Anggota Komisi ll DPR Aceh itu berujar, saat ini yang harus dilakukan Pemerintah Aceh sosialisasi ke masyarakat, dengan demikian masyarakat akan sadar dan peduli terhadap hutan yang harus di jaga dan juga menjadi sumber kehidupan Keanekaragaman flora dan fauna.

“Pemerintah harus memperkuat sosialisasi kepada masyarakat. Misalnya diberi pemahaman secara tepat dan rutin, bahwa bencana yang timbul tidak lepas dari penebangan liar begitu juga banjir dan longsor. kemudian berdayaakan juga masyarakat dibuat program, agar mereka kuat secara ekonomi,” sebut Politisi Partai Aceh tersebut.

Sejauh ini sebut Yahdi Hasan, ada beberapa titik kerusakan hutan di beberapa kabupaten misalnya di Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Barat dan Timur. Tak hanya itu kematian satwa liar pun saat ini sering dijumpai seperti gajah. Untuk itu ia mengharapakan pemerintah untuk serius dan fokus sehingga persahabatan alam dan manusia terus terjaga.

“Pembalakan liar atau illegal logging biasa terjadi pada kondisi hutan yang sulit dijangkau oleh orang lain sehingga sulit dilakukannya pengawasan. Maka dari itu perkuat penduduk lokal dengan sosialisasi agar hutan milik kita bersama ini terus terjaga. (mar/min)