Kadis Pertanahan Aceh Sunawardi ZNT Sesuaikan dengan Zona Daerah

Kadis Pertanahan Aceh Sunawardi didampingi Sekretaris Mukhtaruddin dan salah satu Kabid Niswar pada pertemuan ZNT Aceh Singkil di Banda Aceh, Jumat 19 Maret 2021

HARIANRAKYATACEH.COM – Pemkab Aceh Singkil mulai melakukan perhitungan Zona Nilai Tanah (ZNT) sebagai alas hak dalam menetapkan regulasi di daerah itu ke depan.

Ini dalam rangka sebagai acuan untuk memperoleh PAD bagi daerah sehingga ada ketetapan nilai bagi ketika membayar PBB, HGB dalam bentuk fisik dan non fisik.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanahan Aceh Sunawardi didampingi Sekretaris Mukhtaruddin dan Kabid Penanganan Masalah, Pembinaan dan Penyuluhan Pertanahan, Niswar di Banda Aceh. Jumat (19/3).

Menurutnya Aceh Singkil merupakan daerah lautan dan sampai ke Pulau Banyak. Maka sangat beragam harga nilai jual tanah di daerah itu. Sehingga perlu ada sebuah regulasi dalam menentukan nilai jualnya.

Misal kata Sunawardi, Pulau Sialet yang berada di kawasan Pulau Banyak Selatan yang mayoritas berasal dari Nias. Justru harga jual tanah berbeda dengan yang ada di daratan kawasan Singkil.

Daerah Singkil banyak rawa dan pantai sehingga batas sepadan wilayah itu milik siapa maka perlu regulasi yang baik agar bermanfaat bagi masyarakat maupun pemerintah setempat.

‘Regulasi sangat penting untuk kejelasan pemasukan kas daerah’, ujar Sunawardi.

Sudah lumrah selama ini, sebuah zona punya nilai tanah lebih murah karena semakin terpinggirkan atau jauh dari perkotaan maka nilainya semakin kurang. Namun sebaliknya ada nilai ekonomisnya tinggi karena potensinya jauh berbeda dengan di kota.

Sementara salah seorang peserta rapat dari Aceh Singkil menyebutkan Zona Nilai Tanah (ZNT) Aceh Singkil berbeda-beda. Kalau dulu harga nilai jual di Aceh Singkil hanya 160 rb/meter di Gunung Meriah kalau sekarang hanpir Rp 3 juta/meter. (imj)