Prajurit TNI Mengabdi Membangun Negeri

HARIANRAKYATACEH.COM (RA) – Pengabdian Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak pernah lelah dalam membantu masyarakat. Berawal dari kesadaran diri dan tanggung jawab moral yang tinggi, para prajurit TNI menjadi panutan bagi rakyat Indonesia dalam memposisikan diri sebagai “Pemerhati masyarakat”.

Beberapa program pembangunan yang selama ini di lakukan menjadi progres nyata dari pada TNI. Tidak mengherankan jika masyarakat sangat antusias dengan para prajurit di Desa, mereka merasakan kebersamaan yang tiada tara dengan para personel, seperti yang terlihat di Desa Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

Desa tersebut merupakan daerah tertinggal, terdepan dan terluar (Daerah 3 T) di Bireuen. Letak desa yang jauh dari kota dengan pembangunan infrastruktur yang belum merata, menjadi landasan prajurit TNI Kodim 0111/Bireuen melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke 110 tahun 2021 di sana.

Kemerdekaan yang selama ini kurang di rasakan oleh warga setempat, berubah drastis setelah hadirnya TNI Kodim Bireuen di desa tersebut. Betapa tidak, banyak kegiatan pro rakyat yang di kemas dalam program TMMD mengubah kehidupan masyarakat semakin berkembang.

Program unggulan yang nyata dirasakan masyarakat yaitu pembangunan jalan lintasan Gampong Alue Limeng menuju Gampong Cot Meugoe, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Sudah puluhan tahun lamanya, jalan tersebut tidak tersentuh bantuan, padahai ini merupakan jalan akses antar kecamatan.

Namun warga kini sangat bahagia, karena mimpi yang selama ini di impikan menjadi kenyataan. Nikmatnya kemerdekan sudah dapat dirasakan warga setempat dengan di buka akses jalan 10 Kilometer tersebut.
Hidup di tengah areal perkebunan sawit dan pinang, infrastruktur jalan yang ada selama ini sangat memprihatinkan. Berkubang di saat hujan, dan berdebu di musim kamarau menambah penderitaan masyarakat setempat.

Tak jarang jika musim penghujan tiba, sekolah di liburkan karena para guru susah menempuh rute jalan berlumpur penuh kubangan. Begitu juga petugas medis yang ditempatkan di sana.

Warga pun kini bisa tersenyum dengan lengah. Jalan mereka sudah relatif bagus meski belum teraspal, ini berkat kinerja prajurit TNI Kodim 0111/Bireuen yang telah melakukan pembukaan dan pengerasan jalan di kawasan itu.

Sebelum pembukaan, telah digelar Pra TMMD 110 sejak tanggal 17 Februari. Komando Distrik Militer (Kodim) 0111/Bireuen memulai pembukaan jalan Desa Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa. Desa Alue Limeng merupakan kawasan Terisolir.

Jalannya masih berkonstruksi tanah. Akses jalan terbilang sulit. Semak belukar dan kubangan lumpur kala musim hujan menjadi kendala utama yang di hadapi warga untuk menempuh ke pusat Pemerintahan Bireuen yang memerlukan beberapa jam sampai di pusat pemerintahan. Kalau dulunya membutuhkan waktu tempuh 25 km ke Kecamatan Jeumpa, sekarang hanya sekitar 11 km, jadi pembangunan jalan ini sangat membantu masyarakat.

Pekan lalu, sejumlah awak media turut serta ke lokasi pembangunan jalan di Alue Limeng dengan jalan yang berdebu karena musim kemarau. Setiba di lokasi, dengan senyuman warga menyambut para anggota satgas TMMD, satu pleton personel satgas bergegas menuju lokasi pekerjaan. Bersama warga yang tanpa perlu dikomandoi, pengerjaan pembukaan jalan itu berlangsung cepat dan di bantu alat berat.

Gelak tawa lewat banyolan kocak sesekali terdengar di antara mereka. Meski keringat mulai bercucuran. TNI dan rakyat membaur tanpa sekat pangkat dan jabatan. Di ujung jalan, yang bisa terhubung ke kawasan, tampak alat berat terus bekerja. Derunya terdengar keras. Pembukaan dan pengeresan jalan terus berlangsung di tengah ‘gagahnya’ mentari.

“Ini bagai mimpi, berpuluh tahun kami hidup terasa asing akibat susahnya akses jalan. Kini, TMMD ada, kami ‘merdeka’ tak lagi seperti anak tiri dalam hal pembangunan,” ujar Kepala Desa Alue Limeng, Yusuf M Daud (52) mengawali pembicaraan dengan wartawan.

Menurutnya, semenjak pembangunan jalan di masa pra dan pelaksanaan TMMD, mulai terasa bagi masyarakat. Biasanya, untuk mengangkut hasil pertanian seperti getah karet, petani harus merogoh kocek yang dalam untuk membayar upah transportasi.

“Biasanya ongkos angkut sampai Rp 250 ribu. Itu pakai sepeda motor. Karena mobil sudah tidak bisa lewat. Sementara harga jual getah tak sebanding dengan ongkos tadi,” papar pemuda berkulit sawo matang ini.

Disebutkan, TMMD bagi warga Alue Limeng, ibarat sebuah ilham. Dalam rentang waktu singkat, pembukaan jalan sepanjang 10 Km bisa terlaksana. Sehingga membuka akses bagi semua lini kehidupan masyarakat, terumata moda transportasi.

“Itu awalnya bapak-bapak TNI berkubang dengan lumpur saat awal membuka jalan ini. Kami membantu sebisanya. Sekarang jalan sudah cukup bagus. Mau kemana saja sangat mudah. Anak sekolah usia SMP dan SMA yang harus ke desa tetangga sangat gampang sekarang,” urai Yusuf.

Senjapun tiba, usai bekerja membangun jalan, personel satgas dan warga beristirahat sejenak. Selepas itu, mereka kompak berolahraga. Beberapa menuju lapangan bola dengan canda tawa keakraban semakin kompak.

Selama di lokasi TMMD, personel satgas karib dengan warga sekitar. Bergotong royong, salat berjamaah hingga olahraga. selain itu, terdapat seorang orangtua asuh. Farimah namanya. Wanita 50 tahun ini, bertugas mempersiapkan menu makanan bagi personel satgas. Ketika pulang dari kebun, Farimah di temani prajurit TNI.

Keterlibatan masyarakat selama TMMD memang cukup signifikan. Semua kegiatan terus bersama antara TNI dan rakyat. Tidak hanya membangun jalan dan membangun rumah RTLH juga dibangun secara bersama. Termasuk apa yang dilakukan saat TMMD adalah usulan masyarakat melalui pemerintah desa setempat yang ditujukan kepada Kodim 0111/Bireuen.

Hingga saat ini, kemanunggalan TNI terus terlaksana, meski wabah virus Covid-19 telah meresahkan seantero jagad. Virus yang bermula di Negeri Tirai Bambu ini telah menyebar keseluruh penjuru bumi, termasuk Indonesia. Langkah pencegahan dilakukan pemerintah. Termasuk meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan keramaian.

Atas dasar itu pula, upacara pembukaan TMMD Reguler ke-110 di jajaran Komando Distrik Militer (Kodim/0111) Bireuen, Korem 011/Lilawangsa, Kodam Iskandar Muda, di buka dengan sederhana di halaman pendopo Bupati Bireuen sesuai petunjuk dan arahan dari komando tertinggi.

TMMD Regular ke 110 Kodim 0111/Bireuen dipusatkan di tiga desa dalam lingkup Kecamatan Jeumpa, yakni gampong Alue Limeng Cot Mougo dan desa Mon Mane Bakti prajurit ini terbagi dalam dua kegiatan utama, yakni pembangunan fisik dan non fisik.

Untuk kegiatan fisik terdiri dari pembuatan dan pengerasan jalan sepanjang 10.000 x 5 meter serta satun unit rumah RTLH. Sementara kegiatan non fisik terdiri dari penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan, sosialisasi ketahanan dan bela Negara serta penyuluhan narkoba.

Kegiatan TMMD yang dahulu dikenal dengan ABRI Masuk Desa (AMD) merupakan program berkesinambungan yang melibatkan para pihak di antaranya, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, unsur akademisi, mahasiswa dan masyarakat ini, memiliki sasaran pembangunan berbasis desa.

“TMMD ini adalah pesta rakyat. Di mana semua pihak terlibat. TNI bersama rakyat bahu-membahu membangun desa yang mendapat dukungan penuh Pemerintah daerah dan kepolisian,” ujar Dandim 0111/Bireuen, Letkol Inf Zainal Abidin Rambe, S. Sos. (akh)