Imran Kembali Pimpin IGI Aceh Lima Tahun Kedepan

HARIANRAKYATACEH.COM – Drs Imran, guru SMAN 8 Banda Aceh, kembali memimpin Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh periode 2021-2026.

Ia terpilih dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) ke II IGI Aceh pada 20-21 Maret 2021 di Bireuen. Bagi Imran ini adalah periode kedua memimpin organanisasi profesi yang menaungi para guru.

Koordinator kegiatan Fitriadi MPd, Senin (22/3) mengatakan dalam Muswil tersebut terdapat tiga kandidat yang mencalon diri sebagai Ketua Wilayah IDI Aceh. Mereka adalah Drs Imran (guru SMAN 8 Banda Aceh), Khaidir SE MPd (guru SMPN 5 Langkahan, Aceh Utara), dan Maswadi SPd (Kepala SLBN Aceh Jaya).

“Sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga (ART) IGI, calon ketwil harus berprofesi sebagai guru yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Selain itu juga telah memiliki sertifikat pendidik,” kata Fitriadi.

Ia menjelaskan ketiga calon ketua tersebut memaparkan visi dan misi di depan presidium sidang dan peserta Muswil. Sesuai dengan ART IGI pemilihan diutamakan berlangsung secara musyawarah mufakat.

Dalam musyawarah pertama yang difasilitasi oleh unsur dewan kehormatan IGI pusat, pengurus IGI pusat, mantan pengurus IGI Aceh, ketua IGI Bireuen, dan salah satu presidium siding tersebut, salah satu calon yaitu Maswadi mengundurkan diri dan mendukung Imran.

“Musyawarah mufakat masih belum menemui kesepakatan sehingga dilanjutkan dengan musyawarah kedua. Dalam musyawarah kedua yang berjalan cukup alot, Khaidir dengan legowo merelakan IGI Aceh periode 2021 – 2026 dipimpin kembali oleh Imran,” kata Fitriadi.

Sementara itu Ketua IGI Wilayah Aceh periode 2016 – 2021, Drs Imran dalam sambutannya mengatakan IGI Aceh sejak tahun 2016 telah mengadakan berbagai pelatihan berbasis digital kepada guru dan siswa sebagai upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Aceh.

Selain itu telah menerbitkan 600 lebih judul buku karya guru-guru anggota IGI dan siswa yang dibimbing oleh pelatih IGI.

“IGI Aceh terus bergerak untuk melatih kemampuan guru, terutama dalam menggalakkan program literasi. Juga menyediakan ruang pojok baca di sekolah-sekolah guna membiasakan guru dan siswa untuk rajin membaca dan menulis,” tutur Imran.

Sebelumnya saat membuka Muswil II IGI Aceh, Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM, menjelaskan visi misi dan tujuan IGI, sejalan sinergi dan seiring dengan visi misi Pemerintah Aceh melalui Program Aceh Carong. Dengan kolaborasi yang baik maka akan mempercepat tercapainya tujuan pembangunan pendidikan yang berkualitas di Aceh.

“Kami mengharapkan peran IGI bersama Pemerintah dapat meningkatkan profesionalisme dan kompetensi para pendidik yang akhirnya akan mampu berkontribusi nyata untuk menghadapi tantangan dan hambatan di dunia pendidikan,” ujar Alhudri.

Ia menambahkan dengan motto sharing and growing together, ia meyakini IGI akan menjadi komunitas yang tepat bagi siapa saja yang konsen untuk memajukan pendidikan.

“Saya meminta semua pihak dapat memainkan peran sesuai kewenangan masing-masing agar semua kendala dapat diselesaikan. Sehingga akan mampu melahirkan generasi muda yang cakap religius, kreatif, inovatif, pekerja keras, berdaya saing tinggi, serta berkarakter ke Aceh-an yang kental,” harap Alhudri.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan, Alhudri, yang mewakili Gubernur Aceh meluncurkan jurnal IGI yang berjudul “Aceh Edukasi”. Jurnal tersebut menjadi wadah bagi guru untuk mempublikasikan hasil penelitian maupun karya inovatifnya. (slm)