Rem Blong, Bus Terjun ke Kebun Kopi

Angkutan ELF 100 angkutan umum yang mengangkut 14 penumpang terjun ke kebun kopi warga diduga mengalami Rem Blong, dalam kecelakaan itu dua orang meniggal dunia. Jurnalisa/rakyat aceh

Dua Meninggal Dunia, 13 Luka-luka

HARIANRAKYATACEH.COM – Lima belas warga dari Ibu Kota Langsa, tepatnya Desa Karang Anyar dan Gedubang tengah berlibur di Aceh Tengah. Berangkat satu hari lalu (Sabtu) dengan mengunakan bus Jumbo ELF 100 (angkutan umum-red). Seperti kebiasaan wisatawan lainya, lokasi wisata Pantan Terong menjadi salah satu kunjungan favorit.

Minggu pagi, rombongan naik ke Pantan Terong untuk melihat keindahan Danau Lut Tawar dari ketingian. Sempat bercengkrama dan bersua foto sesama keluarga. Puas melihat pemandangan Kota dan Danau Takengon dari ketinggian, rombongan beranjak kembali menuju arah Takengon.

Namun naas bagi 15 warga Langsa, yang sebagian keluarga dalam perjalanan turun dari ketingian 1.360 Dpl (Pantan Terong-red) angkutan umum yang disewa kehilangan kendali, rem tidak berpungsi.

Menurut Hamdan, petani kopi disekitar lokasi kejadian, “Saat itu mobil melaju dengan kencang saat penurunan, dugaan kami rem blong dan terhempas ketika memasuki satu persimpangan,” jelas Hamdan.

Lanjut Hamdan yang mengenakan pakaian berkebun di lokasi kejadian, setelah angkutan umum itu “terbang” sejauh 25 meter dan terhempas keluar dari badan jalan, terdengar teriakan minta tolong. “Tolong..tolong.. dan seketika para petani kopi yang berada diseputaran lokasi berdatangan melakukan pertolongan pertama,” ujar Hamdan.

Angkutan ELF 100 (Angkutan Umum) diduga mengalami rem Blong saat penurunan dan terhempas di kebun kopi milik masyarakat Desa Bahagie. Penurunan yang disebut Karang Naru (Tanjakan panjang-red) beberapa tahun terakhir juga pernah memakan korban jiwa.
Kejadian yang tidak diinginkan itu, memakan korban jiwa 2 orang perempuan meninggal dunia di lokasi, terhimpit bagian angkutan dan selebihnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Datu Beru Takengon.

Seperti disampaikan Direktur RS. Datu Beru Hardy Yanis, “Korban saat ini tengah mendapatkan perawatan medis, semua mengalami luka ringan dan sedang, kita berupaya agar tertangani dengan baik semuanya,” kata Hardy Yanis.

Angkutan Umum berplat BL 7554 FL berwarna biru langit dikemudikan Anto, setelah kejadian langsung di evakuasi oleh Komunitas IOF Takengon dengan mengunakan dua unit mobil Dauble Gerdang. (jur/min)