Romi Sebut Seruan Tgk Syekhi Menyesatkan Rakyat Aceh

HARIANRAKYATACEH.COM – Ketua DPW-PA Aceh Barat, Samsi Barmi meminta masyarakat Aceh tidak terpancing provokasi yang disampaikan Tgk Sufaini Usman alias Tgk Syekhi yang meminta massa bergerak menuju ibu kota Provinsi Aceh pada tanggal 26 Maret 2021, untuk menuntut Malik Mahmud turun dari jabatan Wali Nanggroe Aceh dan mencabut mandat H. Muzakri Manaf sebagai Panglima GAM.

“Wacana dari orang mengaku ketua presedium GAM independen atas nama Tgk Syekhi, itu hanya provokasi saja,” ucap Samsi Barmi alias Romi, Senin (22/3).

Ketua DPW-PA Aceh Barat ini menegaskan kepada seluruh jajaran kader Partai Aceh, khusus di Aceh Barat, agar tidak ada yang terlibat atas ajakan orang yang mengatas namakan GAM independen untuk melakukan aksi terhadap penurunan Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe Aceh dan Muzakir manaf sebagai Panglima GAM.

“Saya dengan tegas melarang jajaran kader Partai Aceh, Aceh Barat, agar tidak ikut-ikutan terprovokasi dan terpancing atas ajakan syeh GAM bajakan yang hanya berani menampakan diri di Medsos dan memprovokasi kita semua agar terpecah-belah,” pintanya.

Romi menilai, rakyat tidak akan gampang terhasut bujuk rayuan tersebut, lantaran telah pintar dan cerdas untuk memilih mana ajakan yang benar dan mana yang keliru.

“Agenda murahan yang sedang digaungkan di media sosial oleh orang yang tidak bertanggung jawab ini, murni bentuk propaganda pemecah belah rakyat Aceh yang sedang bersatu membangun Aceh di bawah garis MoU Helsinki,” urainya.

Di tengah persatuan rakyat Aceh pasca MoU Helsinki, Romi malah lebih sependapat jika Tgk. Syekhi mendesak dan menuntut terealisasinya butir-butir yang menjadi poin MoU Helsinki, bukan malah sebaliknya memperkeruh keadaan.

“Di sana ada pemerintahan Indonesia, Crisis Management Initiative, dan Uni Eropa. Lalu jika Wali Nanggroe Aceh dan Panglima GAM yang disalahkan oleh Tengku Syekhi, ini salah besar, sebab selama ini berbagai upaya sudah dilakukan oleh Wali Nanggroe dan Panglima GAM,” argumen Romi.

Ia juga menambahkan, seharusnya Tgk. Syekhi terlebih dahulu menyadarkan dirinya sendiri sebelum merasa benar untuk menyadarkan Rakyat Aceh, Wali Nanggroe Aceh, dan Panglima GAM, melalui provokasi murahannya demikian

parahnya, sambung Romi, demi siasat menggulingkan Wali Nanggroe dan Panglima GAM, dengan tidak memiliki rasa malu, berani mengaku sebagai GAM. “Entah GAM independen dari angkatan mana yang dia maksud, karna saya rasa tidak ada satupun eks GAM dari angkatan manapun yang mengenali dia,” beber Romi.(den)