Tim Gabungan Evakuasi Gajah Jantan

Tim Gabungan saat mengikatkan tali pada gajah liar yang akan ditarik mengunakan beko, Sabtu (20/3). MASHURI | RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama tim gabungan mengevakuasi satu gajah liar jantan mengunakan alat berat beko di Kampung Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah sabtu Pagi (20/1) sekitar Pukul 03.00 WIB.

Kepala CRU DAS Peusangan, Syahrul Rizal kepada Rakyat Aceh, Minggu (21/3) menyampaikan gajah liar berjenis kelamin jantan tersebut diperkirakan mencapai berat 4,5 ton dan digiring mengunakan alat berat beko yang sudah disediakan.

Disebutkan, sebelum digiring gajah jantan tersebut terlebih dahulu ditembak mengunakan obat bius pada Jumat (19/3) pukul 15.00 WIB. ”Setelah setengah sadar, gajah liar itu baru dibantu tarik menggunakan Beko dan dinaikan ke dalam mobil truk,” ungkapnya.

Ia menambahkan gajah tersebut selanjutnya diangkut ke wilayah CRU DAS Peusangan kawasan Sayeng, Kampung Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

”Gajah liar jantan itu dilepas kembali ke habitatnya atau di translokasi (pemindahan) di luar parit dan kawat kejut (power fencing) yang sudah dibangun,“ ujarnya.

Hingga saat ini tim gabungan yang terdiri dari BKSDA Aceh, DLHK Aceh, Dokter Hewan PKSL USK, Tim Delapan, serta Muspika Kecamatan Pintu Rime Gayo telah berhasil memindahkan dua ekor gajah liar ke habitatnya.

“Sebelumnya satu ekor gajah juga sudah berhasil kita translokasi kan ke kawasan sayeng namun yang sebelumnya kita hanya mengunakan tiga ekor gajah jantan karena gajah yang dipindahkan itu tidak terlalu besar,” jelasnya.

Sementara untuk satu ekor gajah liar jantan yang dipindah kemarin katanya berukuran sangat besar dan harus menggunakan Beko karena jauh dari jalan yang bisa dilalui oleh truk pengangkut.

Ia juga memperkirakan jarak gajah dari jalan yang bisa dilalui oleh truk mencapai 50 meter dan berlangsung sukses. “Gajah yang dalam kondisi setengah sadar kita pasang tali tali terlebih dahulu sesuai standar SOP dan kita tarik dengan perlahan” tegasnya.

Menurutnya, tim gabungan saat ini masih melakukan penyisiran gajah liar di kawasan Kampung Negeri Antara tersebut. “Hari ini kita juga sedang melakukan penyisiran kembali sebab berdasarkan informasi yang kita dapat masih ada satu ekor gaja liar yang masih berada di pemukiman warga tersebut,” kata Syarul Rizal.

Selanjutnya pihaknya juga mengaku akan kembali melakukan penggiringan ke Dusun Menderek, Kampung Arul Gading, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah yang saat ini sedang berkomplik.“ Kemungkinan, untuk kawasan itu kita hanya menggiring mengunakan gajah jinak dan petasan,” tandasnya. (uri/min)