Tourism Malaysia Medan Hadirkan Business to Business Secara Online di Aceh

Direktur Tourism Malaysia Medan, Hishamuddin Mustafa bersama Ketua Umum ASPPI dan Ketua ASPPI DPD Aceh, di Banda Aceh, Senin (22/3). FOTO ABI DANISH

HARIANRAKYATACEH.COM – Tourism Malaysia Medan turut serta dalam event yang dirancang oleh Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Aceh, Aceh Travel Mart (ATM) 2021 di Hotel Hermes mulai tanggal 21 hingga 25 Maret 2020.

Konsul Pelancongan Malaysia atau Direktur Tourism Malaysia Medan, Hishamuddin Mustafa, Senin (22/3) mengatakan, Aceh Travel Mart 2021 (ATM 2021) adalah momentum kebangkitan industri pariwisata.

“Kita kita tidak boleh bertahan dengan hanya menunggu wabah ini benar-benar berakhir. Industri pariwisata harus segera bangkit. Kita lawan pandemi ini dengan disiplin diri mengikuti protokol kesehatan. #kitajagakita!,” ujarnya.

Partisipasi Tourism Malaysia dalam Aceh Travel Mart 2021 diisi dengan mengadakan Virtual Table Top, dengan menghadirkan 22 pemain industri pariwisata Malaysia, meliputi taman tema, hotel & resorts, hospital, agent perjalanan, dan produk-produk pelancongan lainnya. Ini merupakan table top virtual pertama yang dikelola Tourism Malaysia untuk pasaran Indonesia. Tourism Malaysia Medan menggandeng Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI) dalam penyediaan IT yang digunakan.

Virtual table top ini menggunakan platform zoom, yang mana sellers dari Malaysia dibagi ke dalam 6 grup, seperti berikut :

Group A
1. Nasyrul Quran Putrajaya
2. Berjaya Times Square Hotel Kuala Lumpur
3. Desaru Coast Johor Bahru
4. WSF Tour & Travel

Group B
1. Sunway Lagoon
2. Sunway City Hotel
3. Sunway Medical Centre
4. Asian Overland Tour & Travel

Group C
1. Underwater World Langkawi
2. Royal Penang Hotel
3. KPJ Penang Speciallist Hospital
4. Honeyzone Langkawi

Group D
1. Austin Leisure Johor Bahru
2. Mahkota & Regency Hospital Johor Bahru
3. Hippo Tour & Travel
4. Lotus Desaru Beach Resort

Group E
1. Afamosa Melaka
2. Lexis Hotel Group
3. Pantai Hospital Penang

Group F
1. Berjaya Hills Resorts Pahang
2. Holiday Inn Johor Bahru City Centre
3. Tourism Melaka

Para sellers dari Malaysia akan bertemu dengan buyer dari Indonesia, dan bisa berkomunikasi secara virtual (online) dalam waktu nyata (real time) selama 3 menit/buyer, sehingga lebih kurang akan menghabiskan waktu sekitar 2 jam.

Melalui acara ini, Tourism Malaysia berharap dapat membincangkan kemungkinan kolaborasi dan perkongsian dengan memanfaatkan spektrum Business to Business (B2B).

Tourism Malaysia akan mengembangkan paket pelancongan mengikuti tren new normal 2021 untuk merevitalisasi industri pariwisata secara perlahan setelah perbatasan dibuka seperti semula.

Terkait pertemuan Tourism Malaysia dengan Bapak Sandiaga Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia belum lama ini mengenai Travel Corridor Arrangement antara Indonesia dan Malaysia, Hishamuddin menyatakan ini adalah sebuah permulaan yang sangat baik apabila Langkawi dan Bali segera menjadi Hub bagi masuknya wisatawan antar kedua negara, beliau juga yakin tak lama setelah itu Kuala Lumpur-Jakarta, Medan-Kuala Lumpur akan segera wujud termasuk
Aceh sebab telah mampu menekan laju wabah ini, untuk itu beliau memohon doa dan dukungan semua pihak agar hasil perbincangan kedua negara ini segera menjadi kenyataan.

“Tourism Malaysia Medan menyampaikan ribuan terima kasih kepada rekan-rekan industri pelancongan Aceh, ASPPI, dan Panitia Aceh Travel Mart 2021 yang telah sudi berkolaborasi dengan Tourism Malaysia dalam pelaksanaan Aceh Travel Mart (ATM) 2021. Terima kasih juga kepada rekan strategis Tourism Malaysia Medan, Politeknik Wilmar Business Indonesia yang telah bekerjasama dengan Tourism Malaysia Medan dalam mengelolakan B2B online dalam ATM 2021 ini”, tutup Hishamuddin. (ra)