Anak Masih Kecil, Owner Yalsa Boutique Ajukan Penangguhan Penahanan

Penasehat hukum owner Yalsa Boutique, Mukhlis Mukhtar, SH. foto Abi Danish

HARIANRAKYATACEH.COMPenasehat hukum owner Yalsa Boutique, Mukhlis Mukhtar, SH mengajukan penangguhan penahanan terhadap salah seorang kliennya atas dugaan perkara tindak pidana perbankan dan pencucian uang.    

“Sehari setelah ditahan, pada 19 Maret 2021, kami selaku kuasa hukum sudah mengajukan surat penangguhan penahanan terhadap salah satu owner Yalsa Boutique kepada Kapolda Aceh,” kata Mukhlis Mukhtar, Kamis (25/3).

Namun sejauh ini, surat penangguhan penahanan belum ada tanggapan dari penyidik. Bahkan sudah beberapa kali pihaknya membangun komunikasi untuk bertemu langsung dengan pimpinan Polda Aceh belum juga membuahkan hasil.   

Mukhlis Mukhtar menjelaskan, alasan pengajuan penangguhan penahanan karena mengingat kliennya berinisial SHM (31) adalah seorang ibu dari dua anak yang masih sangat kecil, anak pertama berusia 9 tahun dan anak kedua masih berusia 2 tahun.

Keduanya, menurut  Mukhlis Mukhtar masih butuh perhatian dan asuhan langsung dari ibu kandungnya sendiri. “Dengan alasan kemanusiaan inilah kami selaku penasehat hukum mengajukan pengalihan jenis penahanan terhadap SHM,” ujarnya.

Dirinya berharap kepada Kapolda Aceh yang selama ini memang dikenal masyarakat sebagai sosok yang sangat humanis untuk dapat mempertimbangkan permohonan penangguhan penahanan terhadap salah satu  kliennya tersebut.

Mukhlis Mukhtar juga menyampaikan bahwa kliennya tersebut akan menyanggupi sepenuhnya untuk tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, tidak menyulitkan pemeriksaan, serta tidak mengulangi tindak pidana dan setiap saat hadir apabila diperlukan dalam kepentingan penyidikan di Polda Aceh.

Guna dikabulkannya penangguhan penahanan, tim penasehat hukum juga turut melampirkan surat jaminan kepada Polda Aceh.

“Kami berharap dapat segera ditindaklanjuti karena kedua anaknya di rumah yang saat ini ditipkan kepada keluarga setiap saat menanyakan keberadaan kedua orangtuanya,” demikian ujar Mukhlis Mukhtar. (ra)