Kota Langsa Dukung Adaptasi Perubahan Iklim Melalui Pengelolaan Sanitasi, Sampah dan Limbah Cair

Wakil Walikota Langsa, Dr Marzuki Hamid MM menerima piagam dari perwakilan WWF Indonesia, pada acara sosialisasi adaptasi perubahan iklim berbasis ekosistem di aula Hotel Kartika, Langsa, Jum'at (26/3). (Rakyat Aceh/Putra Zulfirman).

HARIANRAKYATACEH.COM – Pemerintah Kota Langsa dalam mendukung adaptasi perubahan iklim, dengan mengembangkan kegiatan promotif dan preventif, melalui pengelolaan sanitasi, sampah dan limbah cair.

“Pengelolaan sanitasi dengan tersedianya air minum yang berkualitas, manajemen sampah dan limbah cair,” kata Wakil Walikota Langsa, Dr Marzuki Hamid, MM, ketika membuka sosialisasi Adaptasi Perubahan Iklim Berbasis Ekosistem, di Aula Hotel Kartika Langsa, Jum’at (26/3).

Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia ini, diikuti sejumlah aktivis lingkungan, para camat dan pemangku kepentingan lainnya di Kota Langsa.

Wakil Walikota mengatakan, secara khusus, pengelolaan sampah rumah tangga menjadi perhatian dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Kesadaran masyarakat dalam pemilahan sampah ditingkat rumah tangga, menjadi budaya positif dan berkontribusi bagi pembangunan kesehatan lingkungan. 

“Di Kota Langsa, kami mengerakkan Bank Sampah. Dengan harapan, dapat memberikan efek nyata terhadap kebersihan lingkungan dan peningkatan taraf perekonomian masyarakat” ujar Marzuki.

Diakuinya, perubahan iklim dapat dikatakan sebagai tantangan terbesar yang pernah dihadapi umat manusia. Hal ini, mempengaruhi seluruh bagian bumi, dari wilayah kutub hingga daerah tropis, mulai gunung hingga lautan dan dampaknya telah dirasakan oleh manusia serta alam di seluruh dunia.

“Karena itu, upaya adaptasi perubahan iklim berbasis ekosistem perlu didorong. Sebab ekosistem memiliki peran yang sangat vital bagi masyarakat baik yang berada dalam ekosistem tersebut, maupun yang berada di luar ekosistem tersebut,” tambah Marzuki

Marzuki Hamid berharap, agar dukungan dan kerjasama yang telah terjalin dengan baik dengan Yayasan WWF Indonesia, terus ditingkatkan pada masa-masa yang akan datang sebagai wujud komitmen bersama untuk turut berpartisipasi dalam mengendalikan perubahan iklim.

Karena, lanjut dia, sumber daya alam merupakan modal pembangunan sekaligus sebagai penopang sistem kehidupan. “Sumber daya alam yang lestari akan menjamin tersedianya sumber daya yang berkelanjutan bagi pembangunan” pungkas Marzuki Hamid.

Sementara, dari WWF Indonesia, Dede Sunandar selaku Northern Sumatra project Leader, mengucapakan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Langsa beserta dengan para penggiat Lingkungan yang ada di daerah tersebut.

Selain itu, dia menyampaikan, cuaca ekstrim dan kenaikan permukaan air laut merupakan salah satu bukti nyata yang semakin hari menjadi lebih buruk. Sehingga, akan menyebabkan lebih banyak kekeringan dan kebakaran hutan, mengancam kehidupan manusia, menganggu mata pencaharian, hingga berdampak pada keanekaragaman hayati.

“Saya berharap dengan adanya kerjasama yang baik dan saling bersinerginya antara Pemerintah Kota Langsa bersama WWF serta para penggiat lingkungan yang ada di Kota Langsa ini dapat memberikan dampak positif dalam rangka upaya adaptasi dan mitigasi dalam rangka pengendalian perubahan iklim,” imbuh Dede Sunandar. (put)