Pesepakbola PON Aceh, Ridha Umami, The Flamboyan Midfielder

Ridha Umami

HARIANRAKYATACEH.COM – Ridha Umami boleh dibilang salah satu pemain kunci di barisan gelandang tim sepak bola PON Aceh. Meski bertubuh relatif kecil dan pemain termuda di skuat PON Aceh, ia punya visi bermain yang tajam, juga ditopang dengan passing ‘manja’, baik menggunakan kaki kanan, maupun kiri.

Pemain asal Kabupaten Pidie itu juga dibekali tendangan bebas yang akurat. Selain Reza Sandika, di tim PON Aceh, Ridha Umami kerap dipercaya oleh Fakhri Husaini untuk mengambil tendangan bebas. Ia juga disebut-sebut merupakan fazel penting dari skema yang dikonsepkan Fakhri Husaini.

Untuk tendangan bebas yang dianggap punya akurasi yang baik, Umami mengaku tak ada rahasia khusus, mengalir begitu saja. “Gak ada rahasia. Yang penting saat mengambil tendangan bebas, yakin! Sasarannya langsung ke gawang atau mencari teman,” jelasnya kepada Harian Rakyat Aceh, Jumat (26/3).

Ketenangan, umpan-umpan istimewa, serta visi bermain, membuat Umami kerap disebut The Flamboyan Midfielder. Ia adalah otak serangan dari tim PON Aceh, arsitek yang diharapkan memliki konsep menyerang yang efektif untuk menekan lawan, yang muaranya terciptanya gol bagi PON Aceh. Umami, meski kadang suka mencetak assist, ia juga tak jarang membukukan gol.

Insting golnya terbilang lumayan untuk ukuran seorang gelandang. Tampak kentara hasrat membukukan nama di papan skor, dimana setiap game, pria yang mengidolakan Xavi Hernandez itu kerap melakukan shooting, terutama dari luar kotak pinalti.

“Semua orang pada prinsipnya ingin mencetak gol. Tapi yang terpenting bagi gelandang bisa menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan, dan mampu mengkreasikan peluang bagi tim,” tutur Ridha Umami.

Namun, menurut internal pelatih ada dua PR besar yang harus dibenahi Umami. Pertama, fighting spirit yang benar-benar militan, tidak boleh cengeng. Kedua, menjaga ego, tahu kapan harus shooting, tidak memaksakan kehendak. Jika dua itu mampu dibenahi, maka diprediksi Umami punya karir cemerlang usai gelaran PON di Papua nantinya.

Anak dari pasangan Abdul Samad-Mariati ini punya ambisi mendapatkan tim Liga 1, usai PON di Papua nanti. Selama ini, ia terus berkutat di Liga 3. Sejumlah tim pernah Umami bela seperti PSBL Langsa, Galacticos FC, juga dulunya PSAP Sigli junior. Ia bertekad naik kelas di waktu yang tepat.

Bungsu dari lima bersaudara itu juga membeberkan alasan mengapa mengidolakan Xavi Hernandez. Menurutnya, eks gelandang Barcelona FC itu memiliki penglihatan yang tajam, sehingga kerap menghasilkan assist brilian. Lebih dari itu, Xavi juga dibekali postur yang relatif kecil, sesuatu yang identik dengan Umami.

Petani Bawang

Di luar lapangan, Ridha Umami punya punya kesibukan lain. Bersama abang sepupunya, Yusrifal, ia bertani bawang merah. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menambah pundi pendapatan, sekaligus mengisi waktu luang di luar sepak bola. Sejak SMA, Umami sudah bercocok tanam. Ia tampak paham betul soal dunia bawang. Untuk mendapatkan hasil maksimal, bibit didatangkan dari luar Aceh.

“Lazimnya bibit bawang yang bagus itu didatangkan dari Pulau Jawa maupun Vietnam,” Ujarnya.
Bertani bawang tidak membuat aktivitas sepak bola Umami berantakan. Justru, melatihnya membagi waktu. Katanya, yang paling menyita waktu dalam bertani bawang adalah saat proses penyiraman. Terlebih, lahan yang digarap terbilang lumayan, kurang lebih setengah hektare. Hasil dari bertani tersebut ia gunakan untuk keperluan sehari-hari maupun menabung.

“Hasilnya alhamdulillah lumayan lah. Uang dari situ untuk jajan, tabung juga,” beber Umami.

Bertani bawang tak selamanya untung, terkadang juga ‘buntung’. Jika pasar lagi bersahabat, Umami bisa menjual Rp 24.000 per kilogram. Tapi sebaliknya, pernah suatu ketika ia harus melepas dengan harga banting, Rp 8.000 per kilogram. Hal-hal demikian, katanya sudah biasa dan resiko sebagai petani. (icm)

Profil Pemain
Nama: Ridha Umami
Tempat Tanggal Lahir: Lampeudeu Tunong, 12 Maret 2000
Posisi: Gelandang
Berat Badan: 66 Kg
Tinggi Badan: 168 Cm
Pemain Idola: Xavi Hernandez