BPPA Pulangkan Warga yang Pidie Meninggal di Jakarta 

Proses pemulangan jenazah alm Muhammad Noval, warga Pidie yang meninggal di Jakarta, Jumat (25/3) sore. IST/RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – Seorang warga asal Pidie, Muhammad Noval (44) meninggal dunia di tempat kediamannya di kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Kebon Pala, Jakarta Selatan, Jumat (26/3), akibat stroke yang dideritanya.

Almarhum yang berasal dari Gampong Garot, Kecamatan Indra Jaya, Pidie menghembuskan nafas terakhir di tempat kediamannya di Jalan Karang Pola 2 Dalam RT 01 RW 09 No. 55, kelurahan Jati Padang, sekitar pukul 17.30 WIB.

Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) akan memfasilitasi pemulangan jenazahnya ke Aceh yang dijadwalkan pada Sabtu, 27 Maret 2021.

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal mengatakan, jenazah akan dipulang melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sekitar pukul 07.30 dengan menggunakan pesawat Garuda pagi tadi.

“Insya Allah, nanti sesampainya di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, akan ada ambulan yang akan menjemput dan mengantarnya hingga ke kampung halamannya di Garot, Pidie,” kata Almuniza, Sabtu (27/3).

Ia mengatakan, pemulangan jenazah warga Aceh kurang mampu di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya selalu difasilitasi oleh Pemerintah Aceh. Karena itu juga merupakan amanah dari Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Dalam hal ini, kata Almuniza, Pemerintah Aceh turut menyampaikan duka cita, dan mendoakan almarhum serta keluarga yang ditinggalkan.

“Semoga almarhum bapak Muhammad Noval di tempatkan di Syurganya Allah SWT. Dan keluarga yang ditinggalkan selalu tabah menerima musibah ini,” ujarnya.

Sementara, Ketua Taman Iskandar Muda (TIM) cabang Pasar Minggu, Saiful mengatakan, sebelum meninggal, almarhum sudah menderita stroke sekitar dua tahun lalu.

“Selama sakit, almarhum tidak bisa melakukan aktivitas apapun. Sehingga ia harus berhenti bekerja di percetakannya sendiri di Jalan Haji Nawi, Cipete, Kebayoran Baru, yang selama ini dia lakukan,” kata Saiful.

Almarhum yang sudah berpisah dengan isterinya, kata Saiful, hanya tinggal bersama seorang anaknya di rumah keluarganya di  kawasan Pasar Minggu. “Jadi selama ini ia hanya dirawat oleh keluarganya,” katanya.

Ia menyebutkan, selama hidup almarhum orangnya sangat baik, ramah dan berjiwa sosial. Apalagi sesama masyarakat Aceh di Jakarta.

“Ia juga bagian dari anggota kita di paguyuban Aceh di Jakarta, yaitu di TIM cabang Pasar Minggu,” sebutnya.

Saiful yang mewakili keluarga almarhum, dan juga Paguyubuan Taman Iskandar Muda Pasar Minggu menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh, terutama Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, karena sudah membantu memfasilitasi pemulangan almarhum ke Aceh.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Gubernur Aceh yang telah menjalankan program ini, juga kepada BPPA di Jakarta. Program ini sangat membantu masyarakat Aceh kurang mampu di Jakarta. Apresiasi kami kepada Pemerintah Aceh,” jelasnya. (ra/bai)