25 Ton Material Tambang Ilegal Disita Polres Asel

HARIANRAKYATACEH.COM – Personel Satuan Reserd Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Selatan menyita 25 ton material hasil penambangan ilegal di Gampong Rotan, Kecamatan Labuhanhaji Timur.

Kapolres Aceh Selata, AKPB Ardanto Nugroho, S.IK, SH, MH melalui Kasat Reskrim Iptu Bima Nugraha Putra, S.T.K, saat dihubungi Minggu (28/03), mengatakan penemuan material tambang tersebut hasil penyelidikan terkait dengan dugaan tindak pidana pasal 161 UU No.3 tahun 2020 atas perubahan UU No.4 tahun 2019 tentang Minerba.

“Penyelidikan tersebut bermula laporan masyarakat yang melihat tumpukan tambang illegal. Kapolsek Labuhanhaji Timur berkoordinasi dengan Polres Aceh Selatan hasil informasi dari warga setempat,” kata Kasat Reskrim, Iptu Bima Nugraha Putra.

Didampingi KBO Sat Reskrim dan tim gabungan Sat Reskrim Aceh Selatan serta Polsek Labuhanhaji Timur pada hari Sabtu kemarin (27/3) sekira pukul 16.00 wib, Kasat Reskrim melakukan penyelidikan ke lokasi TKP di Gampong Rotan yang diduga tambang ilegal.

“Dari hasil laporan dan penyelidikan, tim gabungan menemukan tumpukan hasil tambang ilegal dalam karung beras ukuran 15 kg  sebanyak 633 karung seberat 25 ton, diduga akan dijual keluar wilayah Aceh Selatan,” ujar Iptu Bima.

Selanjutnya, kata Bima barang bukti yang disita dibawa Sat Reskrim Polres Aceh Selatan guna penyelidikan lebih lanjut. (yat/min)