Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi Tegaskan Truk Tak Sesuai Aturan Dipotong

Teks foto . ..Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi bersama Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin memotong boks mobil kelebihan dimensi muatan..di terminal Batoh. Banda Aceh. Minggu 28 Maret 2021. Foto Imran Joni/harianrakyataceh.com

HARIANRAKYATACEH.COM –  Truk angkutan barang yang tidak sesuai aturan atau kelebihan spesifikasi tidak akan lulus BLUE (Bukti Lulus Uji Elekttonik) yang dulunya disebut Kartu Izin Registrasi (KIR).

‘Kalau menyalahi aturan, tidak ada ampun langsung ditindak. Dan bagi petugas yang kedapatan kami proses’, ujar Dirjen Perhuhungan Darat, Budi Setiyadi di Banda Aceh, Minggu (28/3).

Pada pertemuan kemarin di terminal tipe A Batoh Banda Aceh, Minggu (28/3) Dirjen mengatakan ketentuan ini sudah disosialisasikan sejak 2018 lalu dan kini baru dilakukan tindakan kata Budi didampingi Direktur prasarana dan direktur angkutan orang serta Komisi V DPR RI asal Aceh Ruslan M Daud.

Berdasarkan laporan akibat penambahan bodi truk ini (over dimensi) kata Budi justru selain merusak jalan juga membahayakan kendaraan yang menyebabkan rem blong karena tak sanggup menahan beban.

Hasil temuan di Aceh kemarin, dua truk angkutan baik mobil boks dan truk angkutan pasir langsung dipotong dengan las karbit di terminal Batoh. ‘Ini menjadi contoh bagi angkutan lainnya agar mematuhi aturan yang sudah ditetapkan’, pintanya.

Pihaknya meminta aparat lalu lintas bersama dishub untuk mengambil tindakan tegas bagi pelanggar dan bagi Dishub tidak akan dikeluarkan kartu BLUE.

Ketua Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) Aceh M Zaini mengatakan untuk Aceh memang terus dilakukan sosialisasi kepada perusahaan karoseri yang membuatnya. Namun menurutnya bukan karoseri saja penyebabnya melainkan ikut juga pemilik perusahaan

Kita di Aceh masih dalam batas kejawaran artinya tidak begitu menyolok terhadap kelebihan over dimensinya. Sehingga masih dapat ditolerirlah..Tetapi akan tersangkut atau tidak lulus juga ketika dilakukan pengecekan uji KIR oleh petugas perhubungan darat Aceh. (imj)