Bukti Kecintaan Terhadap Rasulullah

Prof. Dr. Apridar, S.E., M. Si Guru Besar UNIMAL dan Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia Aceh

HARIANRAKYATACEH.COM – MUHAMMAD SAW merupakan utusan yang ditugaskan oleh Allah Subhana Wataala untuk memberikan kabar gembira dan peringatan bagi umat manusia agar sukses dalam mengarungi kehidupan di dunia yang fana ini. Dengan petunjuk yang beliau berikan, banyak manusia yang mendapat taufiq dan hidayah sehingga memperoleh kesuksesan serta kenikmatan hidup dengan kesan sangat luar bisa. Kenikmatan yang begitu banyak, sehingga tidak ada secuil alasan untuk tidak mensyukurinya, keculia bagi merekan yang sudah menjadi pembangkang yang nyata

 

Tanpa kehadiran serta petunjuk yang dibawakan oleh Rasulullah, maka dapat dipastikan akan banyak sekali yang tersesat sehingga terjerambah dalam lembah kenistaan. Adalah suatu keharusan bagi manusia yang telah memperoleh petunjuk di jalan yang benar untuk mensyukuri dan berbakti kepada Muhammad SAW agar keberkahan dapat diraih dalam kehidupan yang singkat ini. Saat Rasullullah masih hidup, para sahabat begitu antusias mewakafkan diri sebagai pembela dengan kecintaan yang begitu tinggi dengan penuh keiklasan. Kecintaan kepada rasul tersebut lebih besar dibandingkan dengan kecintaan kepada diri mereka sendiri. Sehingga mereka akan memberikan apapun terhadap rasul termasuk nyawanya apabila diperlukan dengan sukarela

 

Pengikut Muhammad sekarang ini tidak mungkin menjadi sahabat beliau secara fisik, namun untuk menempatkan diri sebagai umat yang mencintai beliau dapat dilakonkan dengan membela serta memperjuangkan bebagai kebajikan yang telah beliau bawakan untuk dilaksanakan dengan baik dan benar. Melaksanakan konsep syariah yang memang petunjuk hidup yang benar dan bijak untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat perlu dilaksanakan secara tuntas dengan kesungguhan hati. Menjalankan ibadah sesuai sunnah yang beliau contohkan merupakan bahagian dari kecintaan terhadap rasu

 

Prilaku yang sangat mulia dengan kejujuran sebagai sikap yang melekat sejak kecil, sehingga beliau digelar sebagai “Al-Amin” orang yang sangat jujur di masyarakat Qurais sehingga menjadikan beliau sebagai tauladan yang harus diteruskan oleh umatnya dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran harus menjadi bahagian dari sikap hidup yang mengaku sebagai umat Muhammad. Prilaku mulia tersebut harus menjadi “key work” serta bukti sebagai umat yang mencintai rasulny

 

Sebaliknya bukti kecintaan rasul terhadap umatnya yang tidak terbantahkan yaitu dimana saat malaikat menyarankan kepada Muhammad SAW sebagai kekasih Allah SWT untuk bedoa agar kaum kafir Qurais yang telah mendhaliminya diluar batas kemanusia untuk segera dihukum. Bahkan gunung-gunung menyatakan diri siap untuk melenyapkan kamum yang tidak beradap tersebut. Namun dengan kesabaran yang teguh beliau menyatakan, tidak akan mendoakan pembalasan terhadap kafir Qurais yang jahil tersebut. Dengan tegas beliau menyatakan doa yang mustajab tersebut beliau simpan untuk kelancaran bagi umatnya dalam menghadapi berbagai perkara yang begitu berat di “yaumul hisap” akhirat nantinya. Penderitaan yang begitu berat dengan kesabaran tinggi merupakan pengorbanan beliau lakukan dikarenakan kecintaan yang sangat besar terhadap umatnya.

 

Untuk keselamatan umatnya, beliau selalu mengingatkan agar selalu melaksanakan tadabur Al-Quran agar selalu memperoleh penerangan yang baik terhadap jalan yang benar. Kepada kita semua agar selalu melaksanakan berbagai kebajikan, karena kita tidak mengetahui amal mana yang membuat kita dapat memasuki “jannah” yaitu surga yang memiliki berbagai kenikmatan didalamnya. Begitu halnya juga agar kita tidak lalai terhadap larangan atau dosa yang kita anggap kecil, namun justru hal tersebut menggelincirkan orang tersebut kedalam “jahannam” yaitu api yang menyala-nyala.

 

Bukti kecintaan umat terhadap rasul terlihat dari tanda sujud yang meneranginya. Keiklasan serta keteguhan dalam melaksanakan sujud sebagai ibadah terhadap perintah Allah SWT akan menerangi kehidupan pada berbagai kebajikan yang dilaksanakan. Pengaruh dari shalat yang dilakukan membuat umat manusia terhindar dari ujub, sombong dan ria. Sikap mulia dari gemblengan terhadap ibadah yang dilakukan dengan khusuk menjadikan manusia santun dengan karakter yang mumpuni, sehingga menjadikan pribadi yang bijak serta berdaya guna bagi berbagai pihak.

 

Ciri-ciri mulia dari umat Muhammad jauh sebelumnya telah digambarkan dalam berbagai kitap suci seperti Taurat yaitu sebelum Alquran diturunkan. Utamanya disebutkan bahwa umat muhammad melaksanakan sujud dengan khusuk, sehingga membuat wajahnya berseri-seri. Kecerahan wajah dari umat tersebut terbentuk akibat dari keyakinan terhadap semua yang terjadi dalam dunia ini tidak terlepas dari campurtangan Allah selaku penguasa langit dan bumi beserta seluruh isi. Sehingga tidak ada sedikitpun ketakutan terhadap berbagai pihak, kecuali kepada Allah. Sikap tawaduk tersebut menjadikan umat tersebut tidak pernah takut dan risau terhadap berbagai kejadian dimuka bumi ini, dimana semua kejadian ataupun ujian atas kehendak dan kasih sayang Allah terhadap umatnya.

 

Dengan terpautnya hati umat Muhammad dengan penciptanya melalui sujud yang dilakukan secara khusuk, maka kekuatan yang terbangun dari jiwa dan raga yang sehat akan terpancar dengan berseri-seri sehingga mampu melahirkan berbagai karya terbaik bagi agama, nusa dan bangsa. Kemampuan dalam melahirkan inovasi serta berbagai kebaikan merupakan amal yang sangat menentukan terhadap kesuksesan dalam mengarungi kehidupan di muka bumi ini. Sehinga tidak berlebihan, apabila kebajikan yang dihasilkan dengan meniatkan sebagai ibadah menjadikan ladang amal yang sangat bermanfaat terhadap dunia dan akhirat.

Untuk mengimplementasikan kecintaan umat Muhammad terhadap rasulnya sekarang ini dapat dilakukan dengan cara melaksanakan berbagai sunnahnya yang dicontohkan secara baik dan benar. Begitu juga terhadap kaum munafiq yang membenci terhadap kebajikan yang dibawakan rasul, diperlukan keberanian untuk membela kebenaran agar terciptanya kesejahteraan yang lebih hakiki. Saatnya kebatilan yang akan merong-rong kebenaran dengan cara-cara yang tidak manusiawi harus dilawan agar kebatilan tidak merusak tatanan kehidupan.

 

Secara objektif terlihat nyata, bahwa sosok muhammad diakui sebagai tokoh terbaik di dunia terhadap ajaran yang dibawakan sangat bijaksana dan berdaya guna serta menjadi “rahmatan lil-alamin” yaitu bermanfaat bagi sekalian alam. Kemanfaatan nyata serta kebenaran yang disampaikan, membuat para pengikutnya bertambah secara signifikan. Kebajikan yang dibawakan atas perintah yang maha kuasa, menjadikan seluruh mahluk memperoleh rahmatnya. Dengan adanya tekat yang kuat untuk meneruskan berbagai kebajikan yang pernah dilaksanakan oleh rasul menjadikan orang tersebut masuk dalam golongan umat yang cinta terhadap rasul.

 

Mampu menjalankan tatanan kehidupan yang baik dan benar sebagaimana yang dibawakan oleh rasul, merupakan bahagian dari bukti kecintaan terhadap nabi Muhammaad SAW sebagai rasul terakhrir yang dapat menyelamatkan umatnya dari siksaan neraka jahannam. Lepasnya umat dari neraka merupakan kesuksesan nyata bagi umat manusia di muka bumi ini. Dimana dengan berhasilnya kembali kedalam surga yang penuh dengan kenikmatan, sebagai mana yang pernah dihuni oleh nenek monyang manusia yaitu Nabi Adam Alaihi Salam bersama Siti Hawa. Moga hidup yang sangat singkat ini benar-benar dimanfaatkan untuk berusaha optimal dalam manggapai kesuksesan yaitu nikmatnya surga yang disiapkan bagi mereka yang taat dan cinta kepada rasulullah.

 

 

 

Prof. Dr. Apridar, S.E., M. Si

Guru Besar Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Unimal dan Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Aceh

 

Email : apridar@unimal ac.id