Jalan Beurnuen – Meulaboh Lumpuh Total

Aparat TNI dari Koramil 17/ Geumpang bersiaga di lokasi longsong di Lintas Beureuneun - Geumpang Meulaboh. Jalan tersebut lumpuh total setelah tertimbun longsoran, Sabtu malam (27/3). (ikhsan/rakyat aceh)

HARANRAKYATACEH.COM – Hanya berselang satu hari banjir bandang menerjang rumah warga di kawasan Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, kini banjir dan tanah longsor melanda gampong Mane, Kecamatan Mane.

Banjir dan tanah longsor tersebut disebabkan oleh derasnya hujan pada Sabtu malam (27/3) pukul 18.15 Wib, akibatnya, jalan lintas nasional Beurnuen-Meulaboh tidak dapat dilalui, karena badan jalan sepanjang 5 meter tertimbun lumpur material dan tanah longsor terbawa air hujan dari reruntuhan dinding bukit.

Danramil 17/Gempang Kapten Inf Bustami mengatakan, pada sore pukul 18.15 Wib, terjadi hujan deras dan angin kencang di wilayah Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie. Berselang satu jam kemudian mendapat informasi terjadinya longsor.

Setelah mengetahui bencana alam tersebut, personel Koramil 17/Gempang bersama Polsek Mane menuju ke lokasi untuk melihat dan memastikan informasi tersebut. Setiba dilokasi tanah lumpur bercampur material sudah menimbun badan jalan.

Selanjutnya, personel Babinsa melaporkan kejadian tersebut, bahwa benar adanya terjadi tanah longsor, kemudian Babinsa dan Babinkatibmas mencari bantuan bulldozer untuk membersihkan lumpur yang menimbun badan jalan.

“Sore itu cuaca sangat mendung, kemudian terjadi curah hujan tinggi, akibat hujan deras mengakibatkan tanah longsor terbawa air hujan. Hampir selutut lumpur menutupi badan jalan, sehingga kendaraan tidak bisa lewat”, kata Bustami

Lebih lanjut disebutkan, saat ini personelnya Babinsa TNI bersama Babinkatibmas disiagakan, untuk membantu arus lalu lintas pengendara, dikuatirkan adanya longsor susulan, dikarenakan hujan masih berangsur turun. (san/min).