PGRI Banda Aceh Bekali Guru Honorer Hadapi Seleksi PPPK

HARIANRAKYATACEH.COM – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Banda Aceh menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan bagi para guru honorer/kontrak calon peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pelatihan yang bertujuan membekali guru dalam persiapan mengikuti seleksi PPPK tersebut digelar pada Selasa (30/3), dengan tema “PGRI Berkidmat Untuk Guru Melayani Negeri”, melalui zoom meeting.

Ketua PGRI Kota Banda Aceh Zulfikar SE MSi mengatakan, kegiatan ini diikuti kurang lebih 300 guru dari berbagai daerah di Aceh, dengan menghadirkan pemateri Catur Nurrochman Oktavian MPd dari PGRI Pusat.

Dalam paparannya, ia menjelaskan tentang sistem perekrutan PPPK dan materi test meliputi soal bidang, literasi, skolastik dan sosial budaya.

“Test ini murni, jadi jangan percaya dengan isu-isu bisa diurus. Sekali lagi ini tidak bisa diurus, jadi mohon persiapan dengan belajar dan berlatih lebih giat lagi, dan berdoa serta minta bantu dengan pertolongan Allah SWT di sepertiga malam,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut juga hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Dr Saminan MPd yang tampil pada sesi kedua.

Saminan mengatakan, seleksi PPPK ini suatu kesempatan yang diberikan oleh Pemerintah untuk guru honorer atau kontrak yang sudah ada namanya dalam data Dapodik.

“Untuk itu perlu persiapan yang serius bagi guru untuk dapat mengisi kuota185 orang, dan test ini diberi kesempatan sampai 3 kali, jadi manfaatkankah peluang ini dengan sebaik baiknya,” harap Saminan.

Sementara Zulfikar mengapresiasi pengurus PGRI Kota Banda Aceh yang berinisiatif untuk melatih guru sebagai persiapan awal dan PGRI juga ikut membantu memberikan contoh-contoh soal kepada seluruh peserta webinar tersebut.

“Harapannya sahabat-sahabat guru kontrak dan honorer di Banda Aceh mendapatkan kesempatan yang baik ini,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, kuota PPPK untuk guru honorer/kotrak yang diberikan oleh Pemerintah untuk Kota Banda Aceh berjumlah 30 orang, sementara data yang ada di Dapodik mencapai 180 orang. [Ra]