Naik Turun Angka Kematian Bayi‎ dan Ibu Melahirkan di Simeulue

Para medis menangani salah satu bayi usia 2,5 bulan yang menderita gizi buruk saat berada di IGD RSUD Dr. Zubir Mahmud Aceh Timur di Idi Rayeuk, Rabu (8/5). For Rakyat Aceh

HARIANRAKYATACEH.COM – ‎Kasus kematian bayi dan ibu melahirkan sejak tahun 2016-2020, setiap tahunnya di 138 desa di10 Kecamatan dalam Kabupaten Simeulue dinyatakan angka kasus naik turun atau fluktuatif.

Naik turun angka kasus kematian bayi dan ibu hamil setiap tahunnya juga terungkap dalam pelaksanaan Musrenbang ‎Rencana Kegiatan Kerja Pemerintah Kabupaten Simeulue tahun 2022,‎ yang digelar sehari, Selasa (30/3) lalu.

Hal itu kembali dibenarkan ‎Dimas Etika Putra, Kadiskes Kabupaten Simeulue, kepada Harian Rakyat Aceh, Kamis (1/4). “Iya benar, setiap tahunnya ada bayi dan ibu hamil yang meninggal dunia. Namun kasus itu naik dan turun setiap tahunnya”, katanya.

‎Data yang dipaparkan dalam Musrenbang tersebut, kasus angka kematian bayi yakni, tahun 2016 sebanyak 8 kasus. Tahun 2017 sebanak 23 kasus. Tahun 2018 sebanyak 17 kasus. Tahun 2019 sebanyak 5 kasus dan tahun 2020 sebanyak 22 kasus.

Selanjutnya masih dalam data musrenbang tersebut, data untuk kasus angka kematian ibu hamil, tahun 2016 sebanyak 7 kasus. Tahun 2017 sebanyak 4 kasus. Tahun 2018 sebanyak 5 kasus. Tahun 2019 sebanyak 5 kasus serta tahun 2020 ditemukan sebanyak 4 kasus kematian ibu hamil.‎

‎Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue, meminta para ibu hamil dan keluarga yang memiliki bayi, dan tersebar di 10 Kecamatan untuk rutin melakukan pemeriksaan secra dini kepada medis terdekat, salah satu kiat untuk menekan kasus angka kematian bayi dan ibu hamil.

Selain melakukan pemeriksaan secara rutin kepada medis terdekat yang ada dilingkungannya masing-masing, juga diharapkan para ibu hamil dan bayi, untuk menjaga pola makanan sehat dan bergizi yang hendak akan dikonsumsinya, juga berprilaku hidup sehat.

Tidak hanya itu, ‎‎Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue, inttruksikan dan warning para medis yang bertugas di desa maupun kecamatan, 24 jam untuk tetap siaga dan berada ditempat tugasnya, serta melayani warga terutama melakukan pemantuan dan mendatangi ibu hamil dan bayi.

“Ibu hamil harus rutin dan secara dini ‎melakukan pemeriksaan dirinya kepada medis terdekat, serta jaga pola makan hidup sehat. Dan saya intruksikan sekaligus warning, seluruh petugas medis baik yang bertugas di desa maupun dikecamatan, harus 24 jam berada ditempat tugasnya, serta mendatangi rumah ibu hamil dan bayi, sehingga saya minta tidak ada lagi kasus yang meninggal,” tegasnya. (ahi)