Satu Pucuk AK 56 dan Pistol Plus 78 Peluru Diserahkan Jaksa ke Polisi

Senjata Barang Bukti Kasus Penculikan. Pada Hari ini Juga Dimusnahkan Ganja 32,7 Kg dengan Cara Dibakar

Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, memusnahkan ganja 32,7 kg, sabu 199, 34 gram dan menyerahkan senjata AK 56 dan satu pucuk pistol beserta 78 peluru ke pihak kepolisian, Kamis (1/4). IDRIS BENDUNG-RAKYAT ACEH

LHARIANRAKYATACEH.COM – Satu pucuk senjata api jenis AK 56 bersama pistol dengan jumlah 78 peluru diserahkan pihak Kejaksaan Lhokseumawe ke polisi.

Barang bukti senpi telah berkekuatan hukum ini merupakan kasus penculikan dengan seorang tersangka inisial Am, Kamis (1/4).

Selain itu, 32,7 kg ganja dan 199, 34 gram sabu diblender dan bakar di halaman Kantor Kejaksaan. Turut hadir pemusnahan narkotika itu, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, unsur BNN Lhokseumawe, Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Kadis Kesehatan Lhokseumawe, Kasat resnarkoba Polres Lhokseumawe dan undangan lainnya.

Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, memusnahkan ganja 32,7 kg, sabu 199, 34 gram dan menyerahkan senjata AK 56 dan satu pucuk pistol beserta 78 peluru ke pihak kepolisian, Kamis (1/4). IDRIS BENDUNG-RAKYAT ACEH

Kajari Lhokseumawe, Dr Mukhlis, SH, MH menyerahkan langsung senjata AK 56 berikut peluru dan satu pucuk pistol kepada Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto. BB ini hasil keputusan pada tanggal 25 Maret 2021.

“Keputusan Pengadilan menyebutkan bahwa senjata ini dirampas ke negara dan dipergunakan satuan organic kepolisian. Untuk peluru senjata AK 56 cukup banyak. Yaitu ada 73 butir. Sedangkan pistol ada 8 peluru,” katanya.

Kenapa tidak dimusnahkan senpi itu ? Kajari mengatakan karena melaksanakan keputusan pengadilan.

Lebih lanjut dirincikan kasus narkotika ada 25 perkara sabu dengan jumlah bb 199, 34 gram. Kemudian, 4 perkara ganja. Total 32,7 kg. “Ini sudah kita sidangkan sejak November 2020 hingga 21 Maret 2021. Eksekusi badan sudah kita laksanakan,” pungkasnya. (ung)