Warga Pidie Jaya Serbu Pasar Murah

Warga antri membeli beberapa jenis barang pada pasar murah yang digelar Bulog Aceh bekerjasama dengan Disperindagkop Pijay di Keude Ulim, Senin (5/4).Abdullah Gani/Rakyat Aceh

HARIANRAKYATACEH.COMĀ  – Kehadiran pasar murah kerjasama Disperindag Aceh, Bulog dan Disperindagkop Pidie Jaya mendapat sambutan masyarakat setempat khususnya mereka yang berekonomi lemah.

Sejak hari pertama, Senin (5/4) digelar di Keude Ulim, warga berbondong-bondong memanfaatkan peluang tersebut, dan Selasa (6/4) hari ini digelar di Komplek Terminal Terpadu Meurahdua.

Kadisperindagkop Pijay, HM Nasir menyebutkan, lima jenis barang yang dijual pada pasar murah dimaksud, yaitu, beras Rp 85.000 per-sak (isi 10 kg), telur Rp 231.000 per-papan (30 butir), minyak goreng Rp 28.000 per-dua liter, tepung terigu Rp 8.000 per-kilogram dan gula pasir Rp 20.000/2 kg. Kecuali tepung terigu yang agak kurang diminati, sementara lainnya laku keras.

Nasir menambahkan, pasar murah berlangsung selama empat hari atau hingga Kamis (8/4). Pemerintah sengaja memanfaatkan waktu jelang Ramadan sebagai salah satu cara membantu masyarakat. Kendati dari segi harga tidak terlalu murah, namun itu sudah membantu warga. Warga terutama kaum ibu sangat antusias. Begitu pasar murah dibuka, mereka langsung mengantri untuk mendapatkan kupon.

Selama digelarnya pasar murah peminatnya beras dijual Rp 85.000 per-sak (isi 10 kg) atau lebih murah sekitar Rp 25.000 dibandingkan di pasaran. Telur ayam Rp 28.000 per papan atau murah Rp 7.000. Berikutnya, tepung terigu di pasar murah dijual Rp 8.000 per-kilogram atau lebih murah Rp 3.000/kg. Begitu pula dengan migor. Minyak goreng merek Bimoli di pasar murah dijual Rp 23.000 per-dua liter. (mag87/bai)